Bali Tribune, Selasa 21 November 2017
Diposting : 24 December 2016 13:07
Wayan Sudarsana - Bali Tribune
Keterangan Gambar: 
PERSIAPAN - Para penari yang akan tampil di pembukaan Denfest ke-9 melakukan latihan pada Jumat (23/12/2016). Pembukaan festival tahunan ini akan diselenggarakan pada Rabu (28/12) sore mendatang. (yan)

Denpasar, Bali Tribune

Dinas Kebudayaan (Disbud) Denpasar akan mengerahkan ratusan seniman pada pembukaan Denpasar Festival (Denfest) kesembilan, pada Rabu 28 Desember 2016 mendatang. Ratusan seniman tersebut juga akan menampilkan berbagai garapan seni pada Inagurasi dan Pawai Bhineka Tunggal Ika yang dipersembahkan untuk masyarakat Denpasar.

Plt Dinas Kebudayaan, Nyoman Sujati, didampingi Nyoman Suarsa, Jumat (23/12/2016), mengatakan, pada Inagurasi Denfest Tahun 2016 ini, Disbud akan menampilkan garapan Astabrata-Padmaksara yang intinya mengungkap Sang Rama sebagai sumber kekuatan yang luar biasa dalam membangun sumber daya manusia. “Kekuatan Rama diwujudkan dalam berbagai bentuk warna,” ujarnya.

Sementara, event penutupan Denfest yang dirangkaikan dengan agenda menutup akhir tahun (Melepas Matahari), Dinas Kebudayaan akan dikemas selama sehari penuh. “Agenda Melepas Matahari tahun 2016 akan diawali dengan penampilan sanggar-sanggar tari Se-Kota Denpasar melibatkan ribuan seniman,” ujar Sujati.

Kabag Perekonomian Setda Kota Denpasar, Made Saryawan, mengatakan pada Denfest ke-9 tahun 2016 ini disiapkan enam panggung yang diperuntukkan bagi pementasan seni budaya tradisonal dan kreativitas anak-anak muda Kota Denpasar. Gelaran Denfest tahun 2016 ini akan dikemas semenarik mungkin sesuai tema yang diangkat yakni “Padmaksara”.

“Denfest tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Misalnya, ada perubahan zonasi-zonasi. Selain itu ketika di stand kuliner pengunjung akan melihat penampilan dari para pedagang menggunakan tengkuluk,” ujarnya. Tidak hanya itu pihaknya memastikan variasi makanan tahun ini lebih lengkap dan setiap pedagang harus menyiapkan daftar harga di menu.

Pihaknya meminta kepada pedagang agar harga pada saat Denfest tidak terlalu mahal. Mengingat pengalaman tahun sebelumnya, banyak pedagang menjual dengan harga tinggi. “Nanti kami akan sidak harga saat Denfest. Jika ada pedagang yang menjual dengan harga tinggi tidak sesuai yang ditentukan serta tidak menempel harga di menu akan diberhentikan dari pameran,” ujarnya.

Saryawan menambahkan untuk venue Denfest kali ini sedikit digeser ke arah timur untuk mengurangi tingkat kepadatan arus lalul intas. Dengan sedikit ke Timur, wilayah barat Gajah Mada atau depan Pasar Badung dan Jalan Sulawesi - Kartini bisa lebih leluasa dilalui kendaran. Namun demikian, kata dia, yang paling utama dalam mengatasi masalah lalu lintas ini adalah kesadaran pengguna jalan.

Event tahunan Denfest ke 9 akan dibuka pada tanggal 28 Desember 2016 mulai pukul 17.00 wita. Dan akan berlangsung hingga tanggal 31 Desember 2016. Event Management Denpasar Festival 2016, Wayan Kayun Semara Cipta, mengatakan, dalam Denfest tahun ini akan dilakukan perubahan zonasi-zonasi secara mendasar dengan titik pusat di Catur Muka.

Untuk zonasi di kawasan Jalan Veteran akan dipusatkan kegiatan bertemakan “Heritage”. Di sana akan ditampilkan pagelaran kesenian klasik, kuliner tradisional, pameran fotografi “Denpasar Kota Pusaka” dan pameran mobil dan motor tua. Sementara, di kawasan Gajah Mada menjadi Zona Youth, menampilkan panggung anak muda, distro serta stand kuliner bercita rasa muda masa kini.

Di zona itu juga ditampilkan perpaduan music, disc jockey, dan video mapping. “Untuk di depan Jaya Sabha akan ditampilkan zona anak dan keluarga. Depan Museum untuk handycraft dan tekstil, sedangkan sebelah selatan Catur Muka di yakni di Lapangan Puputan Badung Gusti Ngurah Made Agung akan disiapkan tiga panggung berderetan untuk berbagai atraksi,” paparnya.*