Diposting : 2 October 2018 22:59
Komang Arta Jingga - Bali Tribune
Keterangan Gambar: 
Ratusan warga mengikuti prosesi pengabenan almarhum Ketut Suprapti, Senin (1/10) kemarin. Almarhum merupakan ibunda Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti.
BALI TRIBUNE - Bertepatan dengan rahina Soma Wage Dukut, Senin (1/10) kemarin berlangsung prosesi pengabenan almarhum Ni Ketut Suprapti di setra Desa Pakraman Tegeh, Desa Angseri, Kecamatan Baturiti, Tabanan. Ritual yang diperuntukkan  bagi mendiang ibunda Bupati Putu Eka Wiryastuti itu diikuti ratusan warga.
 
Sebelum pengabenan, prosesi diawali dengan meletakkan layon (mayat,red) almarhum di bade yang dibuat khusus untuk almarhum. Sesampainya di setra, layon kemudian ditempatkan pada Lembu berwarna hitam guna dilakukan ritual praline (dibakar,red) yang diringi oleh tetabuhan angklung serta baleganjur. 
 
Tampak Ketua DPRD Bali Nyoman Adi Wiryatama selaku suami dan anak kedua almarhum Ni Ketut Suprapti, I Gede Dedy Supratama didampingi Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti ikut dalam proses tersebut. Usai rentetan itu selesai, jenazah almarhum langsung dibakar menggunakan bantuan kompor. 
 
Sementara ratusan pelayat dari berbagai kalangan ikut mengiri jenazah almarhum menuju setra Desa Pakraman Tegeh. Ratusan pelayat terdiri dari pejabat eksekutif kabupaten/kota, politisi, pengusaha, organisasi, kerabat hingga Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace). 
 
Disela-sela prosesi, Nyoman Adi Wiryatama menyebutkan ritual bagi istri tercintanya itu dilaksanakan pada tingkatan ngaben ngelanus tingkat utamaning madya. Artinya upacara dilaksanakan sehari sudah sampai upacara Nyekah (memutuskan ikatan roh dengan Panca Maha Buta dan Panca Tan Matra) dan langsung ngelinggihan (meletakan di merajan,red).
 
"Usai pembakaran ini, akan dilaksanakan Nganyut di Sungai Panahan perbatasan dengan Desa Senganan atau berjarak sekitar 2 kilometer dari setra," ungkapnya. 
 
Sedangkan untuk prosesi nyekah akan dilaksanakan pada Selasa (2/10) mala mini dilanjutkan dengan prosesi nyegara gunung ke Pura Goa Lawah Kabupaten Klungkung, Pura Dalem Puri, Pedharman Pasek serta Pelinggih Ageng di Pura Besakih Kabupaten Karangasem.
 
 "Upacara sudah selesai, karena sesuai dengan tradisi di adat kami bisa melaksanakan Upacara Ngaben Ngelanus terlebih di tetangga kami dalam waktu dekat melaksanakan Karya Ngenteg Linggih," terang Adi Wiryatama. 
 
Sebelumnya almarhum Ketut Suprapti sempat koma 10 hari di Rumah Sakit Sanglah Denpasar karena stroke.  Almarhum menghembuskan napas terakhirnya  sekitar pukul 18.00 Wita, Rabu (26/9) lalu.
 
Semasa hidupnya,  selain dikenal telaten dalam merawat anak, almarhum juga mahir sebagai perancang rambut karena sempat menjadi Direktur salon ternama di Denpasar pada zamannya.
 
Berdarah Jawa, mendiang memiliki nama asli, Raden Roro Ningrat Suprati. Pada tahun 1975, mendiang dinikahi oleh Adi Wiryatama dan melalui prosesi sudi wadani iapun berganti nama menjadi Ni Ketut Suprapti dan dikarunia 2 orang anak serta 2 orang cucu.