Diposting : 12 December 2017 19:27
Ayu Eka Agustini - Bali Tribune
wisatawan
Keterangan Gambar: 
Diharapkan pertumbuhan wisatawan tetap kunjungi Bali.

BALI TRIBUNE - Supir taksi dan penjual jasa di pantai diminta untuk meningkatkan pelayanan kepada wisatawan yang berada di kawasan wisata internasional Nusa Dua. Supir taksi dan penjual jasa sebagai stakeholder pariwisata mesti memberikan hospitality berstandar internasional. Sehingga menciptakan kepuasan wisatawan yang memanfaatkan jasa tersebut di tengah anjloknya pariwisata Bali. 

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung, I Made Badra saat

Pelatihan Refreshment Job Motivation, Standarisasi Armada dan Pelayanan Taxi di kantor Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Nusa Dua, Badung, Senin (11/12).

Pihaknya mengimbau armada di kawasan Nusa Dua yang mengantar/jemput wisatawan dari/ke airport dan menuju destinasi wisata agar meningkatkan kualitas armadanya. "Distandarkan harganya dan ditambahkan argo sehingga ada jaminan harga dari satu destinasi ke destinasi lainnya dan wisatawan pun akan nyaman," tegasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, segala komplin dari wisatawan harus ditindaklanjuti dengan respon cepat, bagaimana pelayanan itu diberikan sebaik mungkin sesuai dengan standar yang dijanjikan. Menurut Bandra pada tahun 2018 sektor industri pariwisata ini akan berat. "Kenapa? Karena kondisi pariwisata kita lagi terpuruk pasca penutupan bandara akibat erupsi Gunung Agung," cetus Badra.

Trennya jika dalam kondisi normal, kedatangan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali rata-rata 16 ribu orang per hari. Namun saat ini yang datang per hari hanya 4 ribu hingga 5 ribu wisman. Turunnya kunjungan wisman ke Pulau Dewata memicu anjloknya okupansi atau tingkat hunian kamar hotel menjadi single digit berkisar 7-8 persen. 

"Okupansi ini sangat-sangat memprihatinkan. Ini persoalan kita. Maka kita di pariwisata sedang menyusun strategi bagaimana tamu datang lagi ke Badung," ucapnya.

Ditambahkan Badra bahwa kegiatan pelatihan untuk supir armada dan penjual jasa di pantai menjadi salah satu "refreshment job motivation" yang nantinya diharapkan dapat memicu meningkatnya kedatangan wisman.  Hingga saat ini wisman yang berkunjung di Kabupaten Badung telah mencapai 5,6 juta orang. "Sampai akhir tahun target kita kurang 250 ribu wisman. Kita tetap optimis agar bisa meraih target kita 100 persen. Mereka tidak bisa menunda datang ke Bali karena Bali sudah menjadi destinasi impian," sebut Badra.

Sementara itu, Ketua Paguyuban (pedagang pantai) Yasa Segara Nusa Dua, I Ketut Koder mengatakan sejak pertengahan November 2017 merasakan turunnya pendapatan hasil menjual jasa di pantai seperti pijat, manicure, dan pedicure serta dagang acung hingga 90 persen dibandingkan hari normal. "Penjual jasa di pantai diminta memberikan service yang lebih dari biasanya untuk memotivasi tamu itu datang ke Bali karena isu yang dikeluarkan oleh pihak tidak bertanggungjawab sangat negatif sekali dampaknya," katanya.

Managing Director Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Nusa Dua, Wayan Karioka menjelaskan materi yang diberikan kepada supir armada dan penjual jasa di Pantai Kawasan Nusa Dua dengan jumlah sekitar 900 orang dari 8 Paguyuban di Nusa Dua ini berkaitan dengan hospitality.  

"Bagaimana driver dan Paguyuban Massage melayani tamunya untuk menghindari keluhan-keluhan dari wisatawan. Kegiatan ini juga sudah direncanakan sejak lama tapi kebetulan ada dampak erupsi jadi memberikan gambaran ada dan tidak kejadian harus dipersiapkan," tutupnya.