Bali Tribune, Rabu 20 Juni 2018
Diposting : 1 August 2017 19:21
I Wayan Sudarsana - Bali Tribune
Walikota
Keterangan Gambar: 
Ratusan mahasiswa berebut foto dengan Walikota Denpasar, IB Rai D Mantra, usai penyerahan peserta KKN di Gedung Sewaka Dharma, Lumintang, Denpasar, Senin (31/7).

BALI TRIBUNE - Rektor Universitas Warmadewa (Unwar), Prof Dr Dewa Putu Wijana, mengatakan, Walikota Denpasar, IB Rai D Mantra, adalah sosok pemimpin yang low profile, tidak suka bicara meledak-ledak namun lebih mengutamakan bekerja. Karena itu, ia menilai, Rai Mantra cocok menjadi pemimpin Bali ke depan.

“Saya melihat Rai Mantra adalah sosok pemimpin yang kelihatan tidak terlalu banyak bicara tapi lebih banyak bekerja untuk kepentingan masyarakat,” demikian Rektor Unwar ketika menyerahkan mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN), Senin (31/7) di Gedung Sewaka Dharma.

Ratusan mahasiswa ini ditempatkan di desa yang tersebar dua kecamatan, yakni Denpasar Timur dan Denpasar Utara. Rektor Unwar berharap KKN yang untuk pertama kali dilakukan setelah sempat jeda selama 15 tahun supaya bisa diterima dengan baik oleh Kota Denpasar terutama masyarakatnya.

Program KKN ini adalah adalah tempat bagi mahasiswa mengabdikan ilmunya yang diperoleh di perguruan tinggi. “Program KKN ini merupakan program antardisiplin yang dilaksanakan mahasiswa untuk memecahkan berbagai persoalan masyarakat. Saya berharap mahasiswa yang mengambil atau mengikuti program ini bisa berjalan dengan baik dengan beradaptasi trhadap lokasi KKN,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Rai Mantra mengatakan KKN memiliki peran penting dalam mempercepat pembangunan di Kota Denpasar. Dikatakan dari pelaksanaan KKN ini mahasiswa juga dapat belajar langsung dalam mencari penyelesaian masalah yang dihadapi setiap desa/kelurahan.

Menurutnya, melalui kegiatan ini, pendidikan dan teori akademis yang telah didapat mahasiswa di bangku universitas dapat diterapkan sebagai modal sosial yang berinteraksi langsung dalam pemecahan permasalahan perkotaan yang telah dilakukan Pemkot Denpasar.

Meskipun pihaknya telah membangun jejaring sosial bersama kecamatan hingga perbekel/lurah, namun juga dibutuhkan masukan-masukan dari para mahasiswa dalam penerapan ilmu yang telah didapat. Seperti keterlibatan mahasiswa dapat meningkatkan jejaring sosial dalam melakukan pendataan penyelesaian permasalahan dari kemiskinan, kesehatan dan ekonomi.

“Seperti permasalahan putus sekolah hingga permasalahan sampah. Sehingga mahasiswa dapat membantu melakukan pendataan yang nantinya dapat dipergunakan sebagai bahan kajian dan penelitian untuk didiskusikan bersama perbekel/lurah,” kata dia.

“Kami mengucapkan terimakasih dengan program KKN Unwar yang sangat strategis kedepan untuk memenuhi modal sosial sebelum terjun ke dunia kerja, serta KKN sangat bermanfaat bagi Pemkot Denpasar dalam mempercepat program pembangunan,” ujar Rai Mantra.

Sementara Rektor Unwar, Prof Dr Dewa Putu Wijana didampingi Wakil Ketua Panitia KKN Unwar, Wayan Gede Merta, mengatakan dari jumlah Mahasiswa KKN Unwar di Kota Denpasar akan disebar didua kecamatan. Di Kecamatan Denpasar Timur sebanyak 99 orang mahasiswa, dan 76 orang mahasiswa ditempatkan di Kecamatan Denpasar Utara.

 KKN akan berlangsung selama sebulan penuh yang diharapkan dapat memberikan pelajaran berharga bagi mahasiswa dengan keterlibatan langsung di masyarakat. “Kami memberikan apresiasi kepada Walikota yang memberikan motivasi langsung kepada mahasiswa sebagai contoh pemimpin yang selalu melihat ke bawah,” ujarnya.