Diposting : 20 April 2016 13:35
Arta Jingga - Bali Tribune
TERGULING - Akibat rem blong, truk bermuatan kabel PLN terguling di jembatan Yeh Nu, Banjar Penyalin, Desa Samsam, Kerambitan, Tabanan, Selasa (19/4).

Tabanan, Bali Tribune

Akibat rem blong, truk bermuatan kabel PLN terguling di jembatan Yeh Nu, Banjar Penyalin, Desa Samsam, Kerambitan, Tabanan, Selasa (19/4). Truk dengan nopol S 8446 UK tersebut dikemudikan oleh Joko Wilaksono (42), asal Jombang, Jawa Timur.

Menurut Joko, kejadian sekitar jam 06.15 Wita. Saat itu dirinya datang dari arah barat menuju Denpasar, ketika menurun dari perempatan Penyalin, sekitar 100 meter dari TKP dirinya sudah mengetahui kalau rem truknya lagi blong tapi tetap tenang dan berusaha mengendalikan truknya agar tetap dalam keadaan aman. "Tadi saya tidak mengantuk, dari atas saya sudah tahu remnya blong, dan saya juga sempat bilang sama kernet saya," ungkapnya.

Pada saat itu Joko sempat berpikir untuk membanting truknya ke kiri sebelum jembatan, tapi dirinya takut kalau truknya nanti masuk ke jurang. Akhirnya dia memutuskan terus melaju melewati jembatan yang posisinya menikung. Dirinya mengambil haluan di tengah-tengah jalan untuk melewati tikungan jembatan. Namun saat mendekati jembatan tiba-tiba dari arah timur muncul bus pariwisata. Untuk menghindari tabrakan, setirnya dibanting ke kiri, setelah itu dibanting ke kanan lagi. Pada saat itulah barang bawaannya berupa gulungan kabel bergoyang, sehingga membuat truknya ikut bergoyang.

Karena truk bergoyang dan beban kendaraan yang berat, Joko tidak bisa mengendalikan kendaraanya, dan terguling pas di tengah jembatan. Beruntung badan truk masih nyangkut di pembatas jembatan, tidak jatuh ke sungai. "Tadi saya berusaha untuk melewati jembatan ini, kalau udah lewat jembatan ini kondisinya pasti aman, tapi tadi pas mau memasuki jembatan muncul bus pariwisata, untuk ngindari bus saya banting setirnya ke kiri dan ke kanan. Karena barangnya goyang truknya juga ikut oleng dan jatuh," paparnya.

Joko menambahkan, dirinya berangkat dari Jakarta pada Selasa ( 12/4), memuat 7 rol kabel PLN yang rencananya akan dibawa ke Tohpati Denpasar. Menurut Joko setiap rol kabel beratnya 3 ton, jadi truknya saat itu memuat beban 21 ton. Padahal menurut Joko, truk baru kemarin sore diservis tapi tadi pagi remnya tiba-tiba blong. "Saya kemarin udah service truknya, tapi gak tahu namanya nasib, tiba-tiba tadi remnya blong," ujarnya.

Panit 2 Lantas Polsek Kerambitan I Ketut Mardika, di TKP mengatakan, kecelakaan terjadi sekitar jam 06.15 Wita akibat rem truk blong dan sopir tidak bisa mengendalikan kendaraannya dan terguling.  Untuk memindahkan truk dari jembatan agar tidak mengganggu kendaraan yang lewat pihaknya sedang menunggu Craine dari Denpasar, karena tadi dicoba paka derek gak mampu. "Saat kita sedang menunggu bantuan Craine dari Denpasar, karena tadi pakai derek tidak bisa," ucapnya.

Tidak ada korban jiwa, cuma sopir dan kernet truk luka lecet dan benjol di kepala akibat benturan. Sedangkan arus lalulintas tetap berjalan lancar.