Diposting : 12 January 2019 22:23
redaksi - Bali Tribune
Ratusan pengendara sepeda motor terjaring lantaran tidak menggunakan helm pengamanan.
 
BALI TRIBUNE - Kesadaran masyarakat akan bahaya keselamatan berlalulintas masih rendah. Ini seiring hasil razia lalu lintas Satuan Lalulintas (Sat Lantas) Polres Badung selama dua hari menjaring ratusan pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm. Menariknya, mayoritas pelanggar adalah para kaum melenial.
 
Razia pertama selama dua jam di Jalan Raya Kerobokan, Kuta Utara, Kamis  (10/1) lalu menindak 217 pelanggar. Dari jumlah tersebut, 11 pengendara tanpa SIM, tanpa STNK 8 pengendara, tanpa surat-surat 2 orang, tidak menggunakan helm 171 pengendara, kelengkapan 9 orang, langgar rambu 4 pengendara, langgar marka  jalan 8 pengendara dan 3 pengendara langgar dimensi. Sementara barang bukti yang disita 157 lembar STNK, SIM 51 dan 3 unit sepeda motor. "Kalau berdasarkan anatomi usia pelanggaran, usia kurang dari 17 tahun sebanyak 85 orang, usia 18 - 30 tahun sebanyak 60 pengendara, usia 31- 45 tahun sebanyak 37orang, usia 46 - 55 tahun sebanyak 24 pengendara dan 11 orang berusia 55 tahun keatas," ungkap Kasat Lantas Polres Badung IPTU Kanisius Franata, SI.k kemarin.
 
Sementara razia kemarin di lokasi dan durasi waktu yang sama, menindak 106 pelanggaran. Dan lagi - lagi didominasi oleh kaum melenial yang tidak memakai helm sebanyak 82 orang. Kemudian disusul tanpa SIM 14 pengendara, tanpa STNK 9 dan 1 pengendara tanpa kelengkapan. Sementara barang bukti yang disita, STNK 87, SIM 10 dan 9 unit sepeda motor. Sedangkan berdasarkan anatomi usia pelanggaran, usia kurang dari 17 tahun sebanyak 19 pengendara, usia 18 - 30 tahun ada 15 orang, usia 31 - 40 tahun ada 26 pengendara, usia 41 - 50 tahun sebanyak 36 orang dan 10 pengendara berusia di atas 51 tahun. "Sama, pengendara paling banyak adalah tanpa helm. Ini menunjukkan kesadaran masyarakat akan bahaya keselamatan masih rendah. Kita akan terus melakukan sosialisasi, himbauan dan pemindakkan. Tadi (kemarin - red) ada yang mengeluh helmnya mahal. Tetapi kita berikan pemahaman kepada pengendara itu bahwa harga kepala lebih mahal daripada helm," ujarnya. 
 
Setelah melakukan penindakan, Kanisius beserta sejumlah anggotanya melakukan sosialisasi tentang bahaya keselamatan berlalulintas dan menyampaikan pesan - pesan tertib berlalu lintas kepada para pelajar di SMP Budi Utomo Kerobokan. Pada kesempatan tersebut juga dibagikan helm kepada siswa yang menjawab kuis tentang lalu lintas.
 
Menariknya, dalam razia kemarin seorang siswi SD Pemecutan menangis lantaran ditilang polisi. Bahkan, ibunya datang menyampaikan protes langsung kepada Kasat Lantas karena dianggap tidak adil lantaran ada pengendara yang tidak memakai helm lolos dari penindakan. "Kami akui kami salah, tetapi kenapa ada yang lolos tadi. Kalau mau tilang, semua donk biar adil. Dan gara gara ditilang ini, anak saya nangis karena terlambat ke sekolah," ujarnya. 
 
Mendapat protes tersebut, Kanisius meminta maaf dan menjelaskan bahwa jumlah personilnya terbatas. Alumni Akpol tahun 2012 itu kemudian menawarkan siswi tersebut untuk diantar oleh anggotanya, namun anak tersebut menolak dan terus menangis. Ia akhirnya diantar oleh orangtuanya ke sekolah.