Diposting : 6 November 2018 20:38
I Made Darna - Bali Tribune
Keterangan Gambar: 
TEST CPNS BADUNG - Ribuan CPNS Badung didata sebelum mengikuti test SKD di Makodam IX Udaya, Denpasar, Senin (5/11).
BALI TRIBUNE Pelaksanaan test Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun 2018 di lingkungan Pemkab Badung digelar Senin (5/11) dan Selasa (6/11) di Makodam IX Udayana, Denpasar. untuk mengantisipasi adanya peserta menggunakan “joki”, panitia menyiagakan staf khusus untuk memantau langsung jalannya tes SKD.
 
Di hari pertama, Senin (5/11), test berjalan cukup lancar. Karena jumlah peserta mencapai 3.082  orang, maka pelaksanaan tes SKD dibagi menjadi sembilan sesi. Tiap sesi diikuti sekitar 360 peserta. “Senin (5/11) ada lima sesi. Dan Selasa (6/11) ada empat sesi,” ujar Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Badung, I Gede Wijaya. 
 
Untuk sesi pertama dimulai pukul 08.00-09.30 Wita, berikutnya sesi kedua dimulai pukul 10.00-11.30 Wita, dan seterusnya sampai sesi lima. “Jadi per sesi itu waktunya 1,5 jam. Dan syukur, pelaksanaan test di hari pertama ini cukup lancar,” jelas Wijaya. Untuk mengantisipasi penggunaan joki, Wijaya mengatakan, panitia pelaksana menyiagakan staf khusus untuk memantau langsung jalannya tes SKD.
 
Staf khusus ini akan membantu petugas mengawasi para peserta. Para petugas juga akan melakukan pengecekan satu per satu kecocokan wajah peserta dengan kartu ujian serta KTP yang dibawa pada saat melakukan registrasi. “Kami libatkan 40 orang staf untuk mengawasi para peserta selama tes SKD CPNS ini,” kata Wijaya.
 
Ia pun yakin dengan ketatnya pengawasan, joki tidak mungkin bisa menyusup dalam tes ini. Sehingga pelaksanaan tes dapat berjalan dengan baik tanpa mendapatkan gangguan. “Kami yakin joki tidak bisa. Pengawasan sangat ketat,” tegas mantan Kabag Humas dan Protokol Badung ini.
 
Dipantau Sekda Pelaksanaan SKD sendiri langsung dipantau oleh Sekda Badung, Wayan Adi Arnawa. Hadir juga Wakapolres Badung, Kompol Sindar Sinaga, serta Perwakilan BPKP Provinsi Bali. Adi Arnawa mengatakan tujuan kehadirannya tidak lain adalah untuk memantau secara langsung pelaksanaan seleksi CPNS Kabupaten Badung.
 
Ia memantau semua proses seleksi mulai dari registrasi sampai memasuki ruangan ujian. “Saya lihat pelaksanaan seleksi ini cukup ketat apalagi sebelum memasuki ruangan ujian peserta juga diperiksa dengan metal detector sehingga dapat mencegah peserta membawa barang-barang yang tidak diperkenankan seperti HP ,” kata Adi Arnawa.
 
Lebih lanjut, Adi Arnawa mengungkapkan kehadirannya jua untuk memastikan proses pelaksanaan seleksi CPNS Kabupaten Badung Tahun 2018 ini berjalan transparan tanpa ada intervensi dari pihak manapun. “Di sini proses berjalan transparan. Hasil bisa langsung dilihat setelah tes,”  tambah Adi Arnawa.