Bali Tribune, Senin 16 Juli 2018
Diposting : 13 September 2016 10:01
Ketut Sugiana - Bali Tribune
pura
Keterangan Gambar: 
Ribuan pemedek padati pelataran Pura Dasar Buana Gelgel

Semarapura, Bali Tribune

Beredarnya rumor Linggih Mpu Gana di Pura Dasar Buana bakal diboyong ke Lawe Pura Besakih, rupanya tidak menyurutkan para pemedek dari seluruh Bali bahkan nusantara untuk tetap tangkil di Pura Dasar Buana bertepatan dengan Pemacekan Agung yang jatuh pada Soma Kliwon Kuningan, Senin(12/9).

Pemedek yang sebagian besar dari warga Pesemetonan Pasek Gelgel ini, bahkan ada yang sudah tangkil sejak Minggu (11/9) lalu. Para pemedek yang tangkil sejak pagi buta sampai sore kemarin, tampak dengan sabar menunggu giliran masuk ngeranjing ke utama mandala Pura Dasar Buana, Gelgel, Klungkung. Mereka mesanekan menunggu giliran di Wantilan Agung baik yang ada di jabe tengah maupun di jabe sisi kauh pura.

Pantauan kemarin, di setiap sesi persembahyangan ribuan orang berdesakan mengikuti tuntunan ritual persembahyangan dengan tertib dan lancar. Malah untuk sekedar lewatpun harus mepet ke tembok penyengker pura.

Ditemui di sela-sela kegiatan, Penyarikan Desa Pekraman Gelgel Gde Eka Semaya Putra,MPd  menyatakan, Pemacekan Agung kemarin terbilang istimewa karena Pura Dasar Buana baru saja usai direhab bangunan penyengker sisi kaler utama mandala sampai pemedal alit dan kreb (atap) meru semua  serta bale pesantian dan panggungan dan lumbung  di utama mandala dengan total biaya Rp1 miliar lebih dengan upacara melaspas sekaligus.

Terkait pemedek yang tangkil sekitar ratusan ribu orang hanya saat Pemacekan Agung saja, menurutnya itu merupakan kesadaran umat yang tetap yakin dan percaya dengan linggih Mpu Gana yang berstana di Pura Dasar Buana ini.

“Setiap sesi persembahyangan masuk sekitar seribuan warga ngaturang bakti, bayangkan sampai sore sudah ratusan kali sesi berganti,” ujar Kepala SMK Kesehatan Panca Atma Jaya ini.

Sementara itu ditemui di sela-sela rehat, pemedek yang mengaku bernama  Gede Sujana (43) asal Sari Mekar, Desa Sari Mekar Singaraja ini menyatakan  tidak percaya  dengan edaran pengurus warganya dan  seluruh pengempon keluarganya tetap tangkil ke Pura Dasar Buana, Gelgel.  

Sementara pemedek lainnya, Nyoman Sukerta asal Sanggalangit, Gerokgak Singaraja, ditemui di wantilan Pura Dasar Buana, mengatakan dirinya dan keluarganya sedesa sudah sempat  nunas baos (menanyakan dengan orang pintar, red) yang ditegaskan pesemetonannya harus tetap  tangkil ke Pura Dasar Buana Gelgel. ”Tiang sampun sempat nakenan nunas baos, pesemetonan tiang diminta tetap tangkil di Pura Dasar Gelgel,” ujarnya.