Bali Tribune, Senin 21 Agustus 2017
Diposting : 1 August 2017 20:10
release - Bali Tribune
nyapuh leger
Keterangan Gambar: 
Bupati Ni Luh Putu Eka Wiryastuti diantara warga yang mengikuti ritual mebayuh oton dan nyapuh leger kerjasama Pemkab Tabanan dengan yayasan Siwa Murti Bali di areal Pura Luhur Pekendungan Beraban akhir pekan lalu.

BALI TRIBUNE - Setidaknya 15 ribu orang memadati pelataran dan areal parkir Pura Luhur Pekendungan, Tanah Lot, Desa Beraban, Kecamatan Kediri akhir pekan lalu. Mereka berduyun-duyun datang dari berbagai pelosok wilayah di Tabanan untuk mengikuti upacara Mebayuh Oton dan Sapuh Leger Massal yang diselenggarakan Yayasan Siwa Murti Bali bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan.

Jumlah yang begitu besar itu di luar perkiraan sebab yang terdaftar sebelumnya hanya berkisar 6.500 orang. Jumlah peserta yang membludak itu menandakan animo masyarakat untuk mengikuti upacara tersebut begitu besarnya. Mulai dari anak-anak sampai dengan orang tua berdatangan dari segala penjuru untuk melakukan upacara pembersihan diri dari segala macam leteh atau kotor secara niskala.

Hadir dalam pelaksanaan ritual dimaksud, Ketua DPRD Provinsi Bali I Nyoman Adi Wiryatama, anggota DPD RI, AA Ngurah Oka Ratmadi, Ketua Mahagotra Pasek Sanak Sapta Rsi Provinsi Bali, Wisnu Bawa Temaja serta Ketua Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Tabanan I Wayan Tontra. Mereka berbaur dengan masyarakat yang telah memadai areal acara sejak pagi hari.

Membludaknya jumlah peserta tersebut membuat Bupati Tabanan yang juga Dewan Penasehat Yayasan Siwa Murti Bali, Ni Putu Eka Wiryastuti, merasa bersyukur. Pada kesempatan itupula, bertindak selaku Dalang wayang Sapuh Leger, Dr Jero Mangku Made Subagia yang juga Ketua Yayasan Siwa Murti Bali.

“Saya sangat bersyukur niat kami di Yayasan Siwa Murti Bali mendapat sambutan hangat dari masyarakat,” ujar Bupati Eka disela-sela kegiatan itu.

Dia mengatakan, kegiatan mabayuh oton dan sapuh leger massal ini sengaja digelar untuk menepis pemikiran bahwa tidak benar biaya yang dibutuhkan untuk melakukan yadnya mahal.

“Asal kita gotong royong, yakinlah bisa kita laksanakan tanpa membebani siapapun. Dan, terbukti hari ini kita bisa membantu. Bisa berinvestasi karma,” tegas Bupati Eka dihadapan peserta upacara.

Sejatinya, sambung dia, kegiatan seperti ini harus dilakukan setiap pemimpin di Bali kepada masyarakat.

“Dengan hati yang tulus, semoga dari sini, pikiran dan aura positif datang. Masyarakat terbebas dari penderitaan (secara niskala) sehingga bisa berbuat positif bagi Bali,” imbuhnya.

Kedepannya Bupati Eka berharap kegiatan seperti ini dapat terus terlaksana. Menurut informasi, dalam waktu dekat ini, Yayasan Siwa Murti Bali berencana akan menggelar ritual metatah massal bagi 3 ribu warga Desa Songan, Kecamatan Kintamani Bangli.

Sementara Ketua Mahagotra Pasek Sanak Sapta Rsi Provinsi Bali Wisnu Bawa Temaja mengapresiasi pelaksanaa yadnya yang digagas yayasan itu

.”Saya salut. Karena kegiatan ini ditujukan untuk seluruh umat Hindu lintas soroh. Tentu akan sangat membantu secara ekonomi. Dengan keyakinan dan ketulusan, upacara ini bisa berjalan dengan lancar,” kata Wisnu Bawa Temaja.

Menurut Dia, melihat animo masyarakat yang begitu besar maka tidaklah salah jika kegiatan ini dilakukan secara rutin.

“Kegiatan ini bisa merekatkan umat, mewujudkan persatuan, dan mengimplementasikan semangat gotong-royong.Inilah salah satu contoh ke-Bhinekaan dan, seperti inilah Pancasila,” tandasnya.

Berita Terkait