Rochineng Calon Tunggal Ketum FORKI Bali | Bali Tribune
Diposting : 24 May 2017 17:53
Djoko Purnomo - Bali Tribune
Wayan Suata
Wayan Suata

BALI TRIBUNE - Musyawarah Provinsi Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Bali, Minggu (28/5) mendatang tinggal mengesahkan saja Ketut Rochineng sebagai ketua umum, lantaran pada pra-Musprov yang digelar tanggal 7 Mei lalu, seluruh pemilik suara mendaulat Rochineng kembali menakhodai FORKI Bali.

“Ya, pada Musprov hari Minggu mendatang tinggal ketok palu saja, karena semua sudah setuju Pak Rochineng kembali memimpin FORKI Bali untuk periode 2016-2020,” ujar Ketua Panpel Musprov FORKI Bali, Wayan Suata, di Denpasar, Selasa (23/5).

Dia mengatakan, pada pra-Musprov FORKI Bali, hadir seluruh pemilik suara terdiri dari tujuh perguruan meliputi Inkai, Inkanas, KKI, Wadokai, Gojukai, Shiroite, dan Lemkari, serta Pengkab dan Pengkot FORKI seluruh Bali.

Meski tinggal ketok palu, namun kata Suata, saat Musprov FORKI nanti akan disampaikan laporan pertanggung jawaban oleh pengurus FORKI periode 2012-2016 terutama menyangkut keuangan organisasi, realisasi program kerja, dan prestasi yang telah dicapai selama ini.

Terkait rangkap jabatan Ketut Rochineng yang juga sebagai Ketum Pengprov Pelti Bali, Suata mengatakan bahwa Rochineng yang juga Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Bali itu sudah mengundurkan diri sebagai Ketum Pelti Bali. “Jadi tidak ada masalah, karena sudah mundur dari Pelti Bali. Itu makanya kami sepakat memilihnya kembali sebagai Ketum FORKI Bali,” imbuh Suata.

Suata yang juga Ketum FORKI Badung mengakui bahwa di bawah kepemimpinan Ketut Rochineng, karate Bali mendulang prestasi di tingkat nasional. Selain berbagai kejuaraan nasional, baik yang diadakan masing-masing perguruan maupun event nasional seperti Pekan Olahraga Nasional (PON), karateka Bali selalu meraih prestasi membanggakan.

Contohnya saat PON XIX/2016 Jawa Barat, kata Suata, FORKI Bali berhasil menyumbang satu medali emas bagi kontingen Bali, dan ini merupakan prestasi terbaik FORKI Bali selama mengikuti PON. Selain prestasi di tingkat nasional, lanjut Suata, Rochineng juga berhasil menyatukan perguruan-perguruan karate yang ada untuk bersama-sama memajukan karate Bali melalui perguruan masing-masing.

“FORKI Bali di bawah Pak Rochineng berhasil menjalin komunikasi intens dengan seluruh perguruan yang ada sehingga FORKI Bali lebih kokoh, yang puncaknya adalah prestasi kita di PON Jawa Barat lalu,” demikian Wayan Suata.