Diposting : 21 April 2017 19:10
I Made Darna - Bali Tribune
bantul
Keterangan Gambar: 
Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta dan Wabup Bantul Abdul Halim Muslih saling tukar cindera mata saat kunjungan di kantor Pemkab Bantul, Kamis (20/4).

BALI TRIBUNE - Setelah, Selasa (18/4) lalu, belajar masalah pengelolaan produksi pertanian di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah,  pada Kamis (20/4) kemarin, rombongan Pekan Informasi dan Pembangunan (PIP) Kabupaten Badung Tahun 2017 yang dipimpin Bupati I Nyoman Giri Prasta melanjutkan kunjungan ke Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Di Bantul rombongan yang juga dihadiri Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa dan pejabat terkait di lingkup Badung ini belajar secara khusus masalah pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Bantul. Di Pemkab Bantul rombongan PIP Badung diterima langsung oleh Wakil Bupati Bantul H. Adul Halim Muslih beserta jajarannya.
Bupati Giri Prasta pada kesempatan itu menyampaikan terimakasih karena Pemkab Bantul sudah menerima PIP Kabupaten Badung dengan baik. Ia berharap  pertemuan kedua daerah ini bisa menjadi ajang silahturami sekaligus saling tukar informasi antar kedua pemerintahan.

Giri Prasta mengatakan masud dan tujuan kedatangan rombongan PIP Badung ke Bantul untuk studi komperasi masalah pengelolaan BUMDes. Menurut Bupati BUMDes di Bantul menjadi salah satu BUMDes yang ada saat ini.

"Potensi wilayah kami di Badung, pertama adalah sektor pariwisata kemudian kedua adalah pertanian. Nah, oleh karena itu kami dari tanggal 17 sudah ada di Kabupaten Kudus belajar masalah ketahanan pangan. Dan sekarang kami akan lanjut belajar tentang desa dan BUMDes di Bantul," katanya.

Lebih lanjut
Bupati menerangkan bahwa  Badung memiliki 42 desa dan 16 kelurahan. Tahun 2017, pihaknya berencana merubah semua kelurahan menjadi desa.
"Kedepan desa merupakan dapurnya wilayah dan menjad garda terdepan. Maka dari itu kami ingin BUMDes hidup. Dan kami akan buatkan penguat BUMDA nya," kata Giri Prasta sembari menambahkan bahwa di Badung sudah dilaksanakan desa berdikari. Dimana pembangunan dilakukan secara swakelola dengan melibatkan  masyarakat setempat.

Sementara Wabup Bantul dalam pidatonya menyambut baik kedatangan rombongan PIP Badung.

Ia juga berharap silahturami ini bisa terus terjalin demi kemajuan kedua daerah.
"Mudahan-mudahan kehadiran Bapak Bupati Badung dan rombongan dapat memenuhi harapan yang telah direncanakan. Dan kami mengucapkan selamat datang di Bantul," ujarnya.
Lebih lanjut Wabup Adul Halim  memaparkan bahwa Kabupaten Bantul merupakan salah satu kabupaten yang ada di DIY. Badung menjadi enyangga produksi ekonomi kreatif terbesar yang ada di kota gudek termasuk sektor pariwisatanya.
Dalam pengembangan sektor pariwisata dan desa, di Bantul, kata Adul Halim  dikembangkan desa-desa berbasis komunitas. Ini juga sesuai amanat  undang-undang Nomor 6 tahun 2014 tentang desa. Dimana desa memiliki kewenangan cukup besar bahkan hampir sama dengan Pemerintah Kabupaten. "Desa sangat memungkinkan melakukan kegiatan dengan otonomi desa termasuk pengembangan ekonomi lewat BUMDes," ujarnya.
Dan salah satu BUMDes di Bantul yakni BUMDes Panggungharjo diakui oleh Wabup memang telah berhasil menyandang predikat BUMDes terbaik tingkat nasional, berkat manajemen dan organisasinya yang dipandang cukup baik. "Berkait manajemen dan pengorganisasian yang baik, BUMDes kami yang di Kelurahan Pangungharjo dinyatakan terbaik," tegasnya.
Pada kesempatan itu, rombongan PIP Badung juga berkesempatan memperoleh  penjelasan langsung terkait keberadaan BUMDes terbaik dari Lurah Desa Panggungharjo, Wahyudi Anggoro Hadi.