Diposting : 30 May 2016 11:33
habit - Bali Tribune
JUARA - Tampak seluruh pemain, pelatih dan ofisial Real Madrid melakukan selebrasi di depan Piala Champions yang diraihnya setelah menang adu penalti lawan Atletico Madrid, Minggu dini hari kemarin.

 

Milan,

Real Madrid dimahkotai gelar juara Eropa untuk ke-11 kalinya, ketika Cristiano Ronaldo mencetak penalti kemenangan pada adu penalti yang berakhir dengan skor 5-3 atas Atletico Madrid di Milan, Minggu (29/5) dini hari.

Final Liga Champions berakhir 1-1 setelah perpanjangan waktu, di mana Sergio Ramos mencetak gol pada menit ke-15 untuk membawa Real memimpin. Antoine Griezmann gagal memasukkan penalti pada awal babak kedua untuk Atletico, ketika sepakannya membentur mistar gawang.

Atletico yang dikalahkan dalam dua pertandingan final mereka sebelumnya, termasuk yang terkini dari Real pada 2014, kerap ditekan sebelum pemain pengganti Yannick Carrasco menyamakan kedudukan pada menit ke-79 untuk membuat pertandingan dilanjutkan dengan perpanjangan waktu.

Setelah tujuh eksekusi penalti yang sukses pada adu penalti, sepakan Juanfran mengenai tiang gawang pada penalti keempat Atletico, dan Ronaldo dengan tenang mengeksekusi penalti untuk mengunci kemenangan bagi Real.

“Adu penalti selalu merupakan undian, Anda tidak pernah tahu apa yang akan terjadi namun tim kami memperlihatkan lebih banyak pengalaman dan kami memperlihatkannya dengan mencetak gol pada semua penalti,” kata Ronaldo.

Menurut dia, malam kemarin merupakan malam yang fantastis untuk seluruh punggawa Real Madrid. “Ini adalah akhir musim dan orang-orang tidak bugar, kami harus beristirahat dan kami harus pergi ke Piala Eropa,” sambungnya.

Tantangan demi tantangan datang sejak awal pertandingan dan Atletico dihukum dua tendangan bebas dari posisi-posisi berbahaya.

Mereka mengatasi ancaman pertama ketika kiper Atletico Jan Oblak melakukan penyelamatan bagus pada garis gawang untuk memblok tembakan Casemiro dari tendangan bebas Gareth Bale.

Namun tidak ada yang dapat dilakukan ketika Bale menyundul tendangan bebas Toni Kroos dan Ramos membuat bola melewati garis gawang.

Babak kedua dimulai dengan dramatis ketika Pepe menghantam pergelangan kaki Fernando Torres di kotak terlarang, untuk membuat timnya dihukum penalti.

Namun eksekusi Griezmann membentur bagian bawah mistar gawang, di mana perhatiannya kemungkinan terganggu oleh Keylor Navas yang melompat di garis gawangnya.

Oblak, yang melakukan penyelamatan brilian dari situasi satu-lawan-satu dari Karim Benzema, melakukan penyelamatan penting lainnya dari Cristiano Ronaldo, dan Stefan Savic menyapu bol sebelum melewati garis gawang.

Atletico mampu menyamakan kedudukan ketika Griezmann mengangkat bola menuju Juanfran, yang melepaskan umpan silang untuk disambar Carrasco dari jarak dekat. Kedua tim terlihat tidak mampu memecahkan kebuntuan pada perpanjangan waktu.

“Perasaan yang begitu luar biasa. Kami memperlihatkan kegigihan dan itulah dasar kami. Ini merupakan perang pergesekan. Saya tidak dapat menjelaskan perasaan ini,” kata Bale sembari menambahkan, para pemain Real Madrid memberikan segalanya dan mereka layak untuk hal (juara dan mahkota Liga Champions) ini.