Diposting : 4 October 2016 16:15
Ketut Sugiana - Bali Tribune
pemkab
APEL – Acara apel peringatan Kesaktian Pancasila dipimpin Bupati Suwirta.

Semarapura, Bali Tibune

Bertempat di halaman belakang Kantor Bupati Klungkung pemerintah melaksanakan apel peringatan Hari Kesaktian Pancasila bersama PNS di lingkungan Sekretariat Kabupaten Klungkung, bertindak selaku pembina upacara Bupati Klungkung Nyoman Suwirta, hadir Wakil Bupati Made Kasta, Sekda Klungkung Gede Putu Winastra serta seluruh pimpinan SKPD di lingkungan Sekretariat Pemerintah Kabupaten Klungkung.

Apel yang dilaksanakan dengan penuh kesederhaaan, namun penghayatannya sangat mendalam, ini terbukti dari arahan yang disampaikan bupati Klungkung Nyoman Suwirta, bahwa dalam memperingati Hari Kesaktian Pancasila ini kita semestinya sudah mampu untuk merenunginya dan menerapkannya sesuai dengan bunyi pancasila itu sendiri. Dalam pelaksanaan apel peringatan hari Kesaktian Pancasila ini bupati Klungkung Nyoman Suwirta juga menekankan kepada semua SKPD agar memperhatikan, “Bagaimana kita nanti untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia ini, dan bagaimana kita mengamalkan sila ke sila dari Pancasila tersebut,” terang Suwirta.

Bupati Klungkung Nyoman Suwirta pada apel ini mengupas satu persatu sila dari Pancasila. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa, kita diajak untuk selalu dekat denganNya, dengan demikian apa yang kita perbuat selalu dalam lindunganNya. Sila Kemanusian yang Adil dan Beradab, jangan diartikan bahwa dengan kita sudah memberikan sesuatu sudah merasa cukup, karena di balik itu semua kita harus bisa berlaku baik kepada sesama, selama ini tugas bisa diselesaikan dengan baik, karena kita bisa saling suport antara satu dengan yang lain. Sila Persatuan Indonesia diterjemahkan bahwa kita ini adalah satu selama menjalankan tugas, jangan pernah berpikir bahwa ada perbedaan di antara kita, dan yang terpenting tanggung jawab kita kepada negara ini. Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebiajaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan, diminta agar apapun permasalahan yang ada selama ini agar bisa diselesaikan dengan musyawarah karena bila itu bisa dilaksanakan betapa indahnya. Sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, sesuai dengan bunyi ikrar yang dibacakan, bahwa selama ini ada pihak-pihak yang merongrong Pancasila, ini disebabkan oleh prilaku tidak  benar baik disengaja maupun tidak disengaja seperti tidak pernah sembahyang, tidak disiplin, merokok di dalam ruangan dan melanggar semua aturan yang ada. “Prilaku yang tidak benar itulah yang sesungguhnya menjadi rongrongan paling besar negara ini,” jelas Suwirta.

Dalam menuju Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui Nawa Cita, Bali Mandara, dan Klungkung yang Unggul dan Sejahtera ini bisa dimulai dengan melaksanakan program aksi Gema Santi, jadikan itu semua sebagai penghubung untuk mengimplementasikan pancasila itu sendiri, hanya dengan kedamaian, sopan santun dan penuh inovasi kita bisa bekerja dengan baik.