Bali Tribune, Senin 23 Juli 2018
Diposting : 9 November 2017 19:22
Agung Samudra - Bali Tribune
UGD
Keterangan Gambar: 
MENUNGGU - Pasien rawat jalan menunggu giliran di panggil petugas RSUD Bangli.

BALI TRIBUNE - Pihak RSUD Bangli memiliki wacana bakal membuata ruangan khusus bagi sulinggih atau pemangku desa yang sakit. Hal ini diungkapkan Wadir Pelayanan RSUD Bangli I Ketut Darmaja, Rabu (8/11). 

Kata Darmaja, selama ini untuk perawatan pasien memang digabung  dan untuk menghormati  kesucian  para sulinggih dan pemangku, pihak RSUD Bangli merancang membuat ruangan khusus sulinggih. Layanan khusus yang dimaksud meliputi ruang perawatan dan juga peralatan medis. Mengingat selama ini sulinggih maupun pemangku desa di gabung dengan pasien lainya. "Kami bersama Bapak Bupati sudah sempat membicarakan hal tersebut. Kami ingin memberikan pelayanan yang lebih baik bagi para Sulinggih," ungkapnya. 

Selain gedung perawatan yang terpisah, bila nanti anggaran mendukung akan dibangun UGD khusus dan lengkap pelaratan medis lainnya. Dan fasilitas tersebut diperuntukan bagi Sulinggih dan pemangku desa. Disinggung terkait pelaksanaan Ketut Darmaja belum bisa memastikan, kembali lagi pada persoalan anggaran. "Kami berharap bisa segera terwujud, tapi sebelum itu kami mantapkan master plan. Rencana pembangunan berbarengan dengan pengembangan ruang rawat mahottama," jelasnya.

Ketua PHDI Bangli I Nyoman Sukra saat dikonfirmasi terkait rencana RSUD Bangli memberikan pelayanan khusus bagi sulinggih, pihaknya sangat mendukung rencana tersebut. Bahkan pria asal Banjar Belumbang ini  mengatakan bila rencana tersebut benar dilaksanakan, pihaknya siap melakukan sosialisasi. "Bila benar, kami sangat mendukung terlebih lagi bagi bagi para sulinggih yang memiliki tugas yang berat. Kami juga tidak ini hanya sekedar wacana, rencana ini cepat terealiasi maka akan lebih baik,” ujarnya. 

Nyoman Sukra juga mengingatkan, dengan ada peningkatan pelayanan khusus bagi sulinggih, tidak mempengaruhi biaya perawatan itu sendiri. "Biar tidak palayanan ditingkatkan, biaya perawatan juga ditingkatkan,” jelas mantan Kadisdikpora ini.