Diposting : 12 October 2017 18:01
Khairil Anwar - Bali Tribune
TERBAKAR
Keterangan Gambar: 
TERBAKAR - Rumah bos dealer sepeda motor di jalan WR Supratman, Kelurahan Penarukan, Singaraja, Rabu (11/10) sekitar pukul 00.30 wita.

BALI TRIBUNE - Kebakaran hebat melanda rumah bos dealer sepeda motor di  jalan WR Supratman, Kelurahan Penarukan, Singaraja, Rabu (11/10) sekitar pukul 00.30 wita. Dua orang yang merupakan anak dan ibu dinyatakan meninggal dalam musibah tersebut.

Keterangan sejumlah saksi menyebut, kebakaran rumah milik pengusaha Liang Sanjaya Putra atau Aliang berawal dari bunyi ledakan yang cukup keras dan menyusul api yang cukup besar sehingga beberap penghuninya tidak sempat menyelamatkan diri. Saat itu, terdapat 5 orang yang berada di rumah tersebut, masing-masing Ketut Maliawan (46) warga Kelurahan Banjar Bali merupakan satpam, seorang pembantu bernama Nengah Tunjung (42) warga Kelurahan Kampung Baru, Hanna Suila Agustin (12) anak angkat Aliang, orang tua Aliang bernama Ketut Kimawati (75) dan adik aliang bernama Anik Meliani (46).

Muliawan yang menjadi satpam di rumah itu mengaku kaget saat mendengar ledakan yang cukup keras lalu disusul kobaran api yang menyambar seisi rumah. Saat ledakan terjadi, Muliawan mengaku sedang berada di balai sekepat depan rumah langsung panik dan mengabarkan ke warga sekitar untuk membantu menyelamatkan korban yang berada di dalam rumah. ”Api langsung membesar dan menyambar sebagian isi ruangan tempat ledakan terjadi,” terangnya.

Upaya penyelamatan yang dilakukan Muliawan hanya berhasil mengevakuasi Nengah Tunjung dan Hanna Suila Agustin yang saat itu sedang bersama di dalam rumah. Namun gagal menyelamatkan Kimawati dan Anik Meliani. ”Jenazah keduanya kami temukan dalam keadaan berdekatan dalam kondisi hangus. Diduga keduanya terjebak dalam kobaran api dan tidak bisa menyelamatkan diri,” ucap seorang polisi di TKP.

Api baru dapat dipadamkan sekitar pukul 03.30 wita setelah lima mobil pemadam kebakaran datang dibantu polisi dan warga sekitar. Damkar menghabiskan lima tangki air untuk memadamkan api yang nyaris mengahguskan seluruh bangunan. ”Saat kebakaran berlangsung kami melakukan penyekatan agar api tidak menyebar. Dan beruntung api berhasil kami padamkan kendati dua orang meninggal dalam peristiwa itu,” ujar Kepala Dinas Damkar Kabupaten Buleleng, Gede Sugiartha Widiada.

Setelah api padam,angota polisi melakukan evakuasi terhadap dua jenazah korban dan membawanya ke RSUD Singaraja untuk dilakukan proses medis lebih lanjut.

Menurut keterangan Kasubag Humas RSUD Buleleng, Ketut Budiantara, jenazah Kimawati menderita luka bakar sebesar 70 persen. Sedangkan, jenazah Anik Meliani menderita luka bakar sebesar 90 persen. ”Kondisi Kimawati dari bagian kepala sampai badan utuh. Kakinya saja yang terbakar. Sedangkan, untuk jenazah Anik Meliani terbakar rata di seluruh tubuh,” terang Budiantara.

Kapolsek Kota Singaraja Kompol. Anak Agung Wiranata Kusuma, mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan atas kasus kebekaran itu dengan melibatkan Unit Labfor Polda Bali.”Yang jelas kami tengah melakukan penyelidikan termasuk asal ledakan dari kemungkinan  barang-barang elektronik yang ada di sekitar tempat itu,” ucapnya.