Bali Tribune, Kamis 21 Juni 2018
Diposting : 29 August 2016 11:10
redaksi - Bali Tribune
BPBD
Keterangan Gambar: 
HANCUR - Rumah I Komang Jata Sumarta (55) di Dusun Liligundi, Desa Bebandem, Kecajmatan Bebandem, Karangasem, Minggu (28/8), hancur tertimpa pohon kelapa.

Amlapura, Bali Tribune

Rumah milik warga miskin I Komang Jata Sumarta (55)  di Dusun Liligundi, Desa Bebandem, Kecajmatan Bebandem, Karangasem, Minggu (28/8) pukul 06.30 Wita, hancur tertimpa pohon kelapa yang tumbang setelah diterjang angin kencang.

Berdasarkan informasi di lokasi kejadian, sebelumnya terjadi angin kencang, dan saat kejadian korban bersama istrinya Ni Komang Korma tengah berada di lingkungan rumah. “Istri saya ada di dalam rumah waktu kejadian, beruntung dia berada di sisi ruangan lain sehingga selamat,” ungkap Jata sembari mengatakan saat kejadian dia sendiri tengah menyapu dihalam rumah.

Diakuinya, kejadian itu berlangsung sangat cepat, dan kalau dilihat pohon kelapa tersebut berada cukup jauh dari rumahnya sehingga saat angin kencang terjadi, Jata tidak terlalu khawatir. Namun, tanpa disadarinya pohon setinggi 20 meter yang ada di kebun dekat rumahnya itu tumbang dan langsung menghantam rumah semi permanen miliknya. “Brak suaranya keras sekali, tanah sampai bergetar. Saya kaget dan langsung berlari mencari istri saya yang sedang terbaring sakit di dalam salah satu kamar,” sebutnya.

Jata merasa lega, saat melihat istrinya selamat, meski mengalami sejumlah luka akibat terkena pecahan genting dan tembok rumah. Sementara beberapa saat kemudian sejumlah anggota dari BPBD Karangasem bersama petugas dari Polsek Abang dan TNI tiba di lokasi kejadian guna membantu korban mengevakuasi batang pohon kelapa termasuk membersihkan reruntuhan rumah yang terhantam batang pohon kelapa tumbang tersebut.

“Kalau kerugian sekitar 70 Juta rupiah pak, saya tidak tau sementara mau tinggal dimana. Semoga ada bantuan untuk memperbaiki rumah saya ini, karena saya tidak punya timpat tinggal lagi,” harap Jata.

Kepala Pelaksana BPBD Karangasem Ida Bagus Ketut Arimbawa, kepada wartawan mengatakan kejadian itu akibat tiupan angin kencang yang terjadi sejak dua hari belakangan ini. “Kita sudah lakukan pendataan kerugian, selanjutnya anggota membantu korban membersihkan batang pohon kelapa dan menyelamatkan barang-barang milik korban,” sebutnya.

Terkait musim angin kencang seperti sekarang ini, pihaknya menghimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, termasuk menghindari beraktifitas dibawah pohon yang rawan tumbang.