Bali Tribune, Jumat 27 April 2018
Diposting : 7 April 2018 16:02
Komang Arta Jingga - Bali Tribune
Keterangan Gambar: 
TUMBANG - Pohon-pohon dan rumah warga rusak parah diterjang angin puting beliung di Banjar Banyusari, Desa Pajahan, Kecamatan Pupuan, Jumat kemarin.

BALI TRIBUNE - Bencana angin puting beliung terjadi di Banjar Banyusari, Desa Pajahan, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, Jumat (6/4) sore. Akibatnya, sejumlah rumah warga rusak. Selain itu, puting beliung juga menumbangkan pepohonan dan tiang listrik. Tak ada korban jiwa pada kejadian tersebut, kerugian diperkirakan mencapai jutaan rupiah.

Informasi di lapangan menyebutkan, atap rumah sejumlah warga yang terbuat dari seng dan genteng diterbangkan dengan cepat oleh angin yang sangat kencang yang terjadi sekitar pukul 15.00 Wita. Angin puting beliung diawali dengan hujan deras, kemudian disusul angin kencang sekitar 10 menit.

Akibatnya atap rumah sejumlah warga beterbangan, sejumlah pohon dahannya patah, dan tiang listrik juga roboh dan patah. Salah seorang warga, Jro Suanti (45), warga Banjar Munduktemu Kaja, Desa Munduktemu, yang kebetulan tinggal di daerah Banjar Banyusari pun tertimpa dahan pohon saat hendak menyelamatkan diri. Korban yang sempat pingsan kemudian dilarikan ke Puskesmas terdekat.

Kapolsek Pupuan, AKP IB Mahendra membenarkan perihal angin puting beliung yang melanda daerah tersebut. Dirinya mengatakan jika setelah hujan reda, pihaknya bersama aparat Desa Pajahan dibantu Jagabaya Desa Munduktemu, Perbekel Desa Munduktemu, petugas PLN dan masyarakat sekitar langsung melakukan pembersihan terhadap pohon yang tumbang.

Selain itu, tiang listrik yang roboh dan melintang di jalan juga dipinggirkan. “Kita bergotong-royong membersihkan pepohonan dan tiang listrik agar tidak menghalangi jalan,” imbuhnya.

Namun pihaknya belum bisa mengatakan secara pasti berapa total kerugian yang alami masyarakat atas bencana alam tersebut. “Saat ini masih didata,” tandasnya.