Bali Tribune, Jumat 20 Juli 2018
Diposting : 16 May 2016 14:07
Djoko Purnomo - Bali Tribune
muralis
Keterangan Gambar: 
MURAL CONTEST - Peserta Mural Contest 2016 yang digelar Rumahan Bistro Jalan Teuku Umar Denpasar.

Denpasar, Bali Tribune

Pelukis muralis (melukis di atas media dinding) di Bali kini memiliki wadah berekspresi sekaligus menuangkan ide-idenya, menyusul digelarnya Mural Contest 2016 oleh Rumahan Bistro and Creative Home Living.

Direktur Rumahan Bristo, Daniesh Musthafa, Minggu (15/5) mengatakan, mural kontes berhadiah total Rp20 juta, digelar serangkaian grand opening Rumahan Bristo, pada 23 Mei mendatang. Saat grand opening itulah, lanjut Daniesh Musthafa, sekaligus pengumuman pemenang mural kontes.

“Mural kontes diikuti 10 finalis pelukis Bali, dimana mereka sebelumnya berkompetisi di masing-masing zone wilayah, syarat utamanya mereka tidak boleh melukis berbau SARA, politik dan pornografi, selebihnya, silakan,” ujar Daniesh didampingi Marketing Manager Rumahan, Cynthia Irwansjah.

Daniesh Musthafa mengatakan, kontes melukis di atas media dinding yang diprakarsainya itu merupakan pertama kali diselenggarakan di Bali, dan diharapkan mampu menggugah semangat baru seniman lukis Bali memunculkan ide kreatifnya.

Menurut dia, saat ini mural menjadi tren baru di Indonesia dan karya-karyanya banyak digunakan di hospitality, FnB,dan retail interior untuk mendekorasi ruangan. Karenanya, lanjut dia, pihaknya perlu mewadahi keberadaan pelukis mural dengan menggelar kontes. “Nantinya dari 10 finalis, hanya dicari empat orang untuk juara I hingga juara harapan, selain mendapat hadiah uang tunai, pemenang juga mendapat hadiah voucher menginap di Arotel Sanur,” sambungnya.

Terkait Rumahan, Daniesh mengatakan resto di atas lahan seluas 1.400 M-2 di Jalan Teuku Umar 143 Denpasar ini merupakan konsep baru di Bali dengan menggabungkan beberapa elemen yaitu, bistro yang juga menjual makanan, kopi, dan minuman lain, di dalam satu gedung juga ada retail yang menjual furniture, home acceseries dan gadget.

Rumahan dengan 76 seat dan 60 karyawan ini, lanjut dia, menyajikan menu masakan Indonesia dan negara Asia lainnya. Sasarannya adalah wisatawan domestik maupun asing yang sedang berlibur di Bali. Pihaknya berharap dalam jangka waktu 3-4 tahun ke depan Rumahan bisa berekspansi ke daerah lain.

“Konsep kami, dari segi menu lebih mengarah ke makanan dengan taste Asian dan dengan penyajian yang sangat unik dan modern. Bagi kami kualitas dan rasa merupakan hal akan menjadi identitas di Rumahan,” demikian Daniesh Musthafa.