Bali Tribune, Senin 18 Juni 2018
Diposting : 12 June 2018 22:06
redaksi - Bali Tribune
empiris
Keterangan Gambar: 
RILIS - Saiful Mujani Research & Consulting saat merilis hasil survei peluang calon-calon Gubernur Bali dan Wakil Gubernur Bali pada Pilkada 27 Juni 2018, kemarin.
BALI TRIBUNE - Saiful Mujani Research & Consulting merilis hasil survei peluang calon-calon Gubernur Bali dan Wakil Gubernur Bali pada Pilkada 27 Juni 2018. Hasilnya, pasangan nomor urut 1 Wayan Koster-Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati (Koster-Ace) dinyatakan unggul atas lawanya.  Wayan Koster-Ace unggul di 8 kabupaten, sedangkan paslon Mantra-Kertha hanya unggul di Kota Denpasar. Survei dilaksanakan oleh Saiful Mujani Research & Consulting periode 30 April hingga 6 Mei 2018.
 
Deni Irvani, Direktur Riset Saiful Mujani Research & Consulting kepada wartawan, di Denpasar, Senin (11/6)  memaparkan, survei dilakukan dengan sampel 820 orang, kepada warga negara Indonesia (WNI) di Bali yang sudah memiliki hak pilih. Dengan metode multistage random sampling desa/kelurahan di tingkat kecamatan dipilih dengan jumlah proporsional, dan memiliki toleransi kesalahan (margin of error) sebesar ±3,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
 
Kesimpulan survei, jika pemilihan langsung gubernur Bali diadakan saat survei berlangsung, pasangan Koster-Ace mendapat dukungan 48,3 persen, sementara Mantra-Kertha mendapat dukungan 26,9 persen. Yang belum tahu sekitar 24,8 persen. Selisih dukungan kedua pasangan sekitar 21,4 persen.
 
Bila yang belum menentukan pilihan sebesar 24,8 persen dialokasikan secara proporsional, maka tingkat keterpilihan paslon nomor urut 1 Koster-Ace menjadi sebesar 64,2 persen sedangkan paslon lawan hanya menjadi 34,8 persen.  
 
Dengan selisih mencapai 21,4 persen, juga menjadi indikasi bahwa tingkat keterpilihan paslon nomor urut 1 sudah tidak bisa dikejar lagi oleh paslon lawan, dalam waktu 1 bulan sebelum masa kampanye berakhir tanggal 23 Juni 2018, mengingat secara empiris perubahan tingkat keterpilihan paslon maksimal 5 persen.
 
Hasil survei tersebut menjadi indikasi bahwa bilamana Pilgub Bali dilaksanakan bulan Mei, dapat dipastikan bahwa pemenangannya adalah paslon nomor urut 1 Koster-Ace dengan potensi perolehan suara sebesar 64,2 persen sedangkan lawan 34,8 persen.
 
Deni melanjutkan, tingginya elektabilitas paslon Koster-Ace lantaran Wayan Koster lebih populer (dikenal oleh 88 persen warga) dibanding lawannya, Rai Mantra (81 persen).  Tingginya elektabilitas Wayan Koster juga didorong oleh besarnya dukungan dari massa pemilih PDI Perjuangan. Sementara PDI Perjuangan adalah partai dengan suara terbesar bila pemilu diadakan sekarang. Sentimen partai terlihat cukup kuat. Massa pemilih PDI Perjuangan cukup solid mendukung Wayan Koster-Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati.
 
Koster-Ace, kata Deni sementara unggul pada kelompok pemilih beragama Hindu, serta pada kelompok etnis Bali. Sedangkan paslon 2 unggul pada kelompok pemilih beragama Islam, dan etnis Jawa. Dari sisi wilayah, Koster-Ace sementara unggul di hampir semua wilayah (8 kabupaten), kecuali Kota Denpasar.
 
Deni Irvani menambahkan, yang harus diingat, warga umumnya baru akan menentukan pilihan dalam periode beberapa minggu menjelang pilkada sampai dengan hari-H. Karena itu dukungan warga kepada masing-masing calon bisa berubah, bergantung seberapa efektif dan positif kerja sosialisasi yang dilakukan masing-masing calon sampai pilkada diadakan.