Diposting : 11 August 2017 21:49
I Made Darna - Bali Tribune
Subak
Keterangan Gambar: 
Saluran irigasi dan JUT Subak Cangi nampak kondisinya memperihatinkan.

BALI TRIBUNE - Saluran irigasi di Subak Cangi, Kecamatan Mengwi, kondisinya cukup memprihatinkan. Para petani pun berharap segera ada perbaikan untuk irigasi yang berada di antara Desa Kuwum dan Sembung ini.

Sebab, kerusakan irigasi ini membuat aliran air ke  145 hektar lahan persawahan di sudak tersebut terganggu.

"Sebenarnya  pernah ada perbaikan sepanjang kurang lebih 300 meter di wilayah Kuwum, tapi itu baru sebagian kecil. Baru 1/20 dari pajang irigasi  yang rusak," ujar Wayan Tapa, pakaseh Subak Cangi, Kamis (10/8).

Dikatakan total panjang saluran irigasi di Subak Sungi  lebih dari 1 km. Selain saluran irigasi, jalan usaha tani di subak ini juga belum pernah ada perbaikan. Praktis JUT masih berupa tanah liat. "Selain saluran irigasi rusak, jalan usaha taninya juga tidak pernah dapat bantuan perbaikan," katanya.

Buruknya kondisi saluran irigasi dan JUT ini, lanjut Tapa, tentu saja sangat menghambat aktivitas petani. "Disini ada 145 hektar sawah dengan 340 petani. Irigasi yang rusak membuat debit air kecil, sehingga kami sulit bercocok tanam," imbuhnya.

Nah, terkait hal itu, pihaknya berharap segera ada bantuan perbaikan dari Pemkab Badung. “Kami berharap segera  ada perhatian dari pemerintah," harap Tapa.

Dikonfirmasi terpisah, Camat Mengwi IGN Gede Jaya Saputra tak menyangkal kondisi tersebut. Kata dia pihaknya telah mengundang pekaseh dan pihak kedua desa untuk mencari solusi masalah jaringan irigasi dan jalan usata tani di Subak Cangi. Dari hasil pertemuan dengan para pihak akhirnya untuk jaringan irigasi induk rencananya akan diajukan ke kabupaten, sedangkan untuk jaringan-jaringan yang kecil akan didanai dari APBDes.