Bali Tribune, Senin 21 Mei 2018
Diposting : 13 May 2016 11:56
Djoko Moeljono - Bali Tribune
seskoal
Keterangan Gambar: 
SESKOAL – Bersama Dan Seskoal Laksamana Muda TNI Herry Setyanegara, S.Sos., SH., MM., (tengah), Danlanal Bali Kolonel Laut (P) Bambang Trijanto, Kolonel Laut (P) Agung Jaya Saktira, dan sejumlah perwira menyempatkan foto bersama para Pasis Dikreg Seskoal Angkatan ke-54 saat berkunjung ke Mako Lanal Bali, Kamis (12/5).

SEKOLAH Staf dan Komando Angkatan laut sebagai “center of excelent” memiliki beban tugas menyiapkan perwira lulusan yang siap pakai juga memiliki kemampuan sebagai perwira perencana dan pelaksana yang handal, sekaligus pemikir strategis bidang pertahanan negara di laut.

Demikian dikatakan Komandan Seskoal Laksamana Muda TNI Herry Setyanegara, S.Sos., SH., MM., dalam sambutannya pada acara tatap muka pejabat daerah dengan Pasis Dikreg Seskoal Angkatan ke-54 TP 2016 pada kegiatan Forum Strategi-I dan Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) di Gedung IGP Dwinda Mako Lanal Bali, Kamis (12/5).

Didampingi para dosen dan Patun dengan ketua rombongan Kolonel Laut (P) Agung Jaya Saktira, kunjungan 25 Pasis Dikreg Seskoal Angkatan ke-54 ke Mako Lanal Bali disambut Danlanal Bali Kolonel Laut (P) Bambang Trijanto didampingi seluruh Perwira Lanal Bali. Dari 25 Pasis tersebut, terdapat 22 Pamen TNI AL, 1 Pamen TNI AU, 1 Pamen TLDM (Tentara Laut Diraja Malaysia), 1 Pamen RSN (Republic of Singapore Navy).

Selama di Bali hingga Rabu (18/5), rombongan tersebut juga dijadwalkan berkunjung Gubernur Bali, Kapolda Bali, Pangdam IX/Udayana, Binda Bali, Bupati Badung, Walikota Denpasar, dan Pelindo Benoa, serta kunjungan dalam rangka pengabdian masyarakat di Nusa Penida, Kabupaten Klungkung dan Pengambengan, Kabupaten Jembrana.

Secara keseluruhan ada 150 Pasis yang mengikuti kegiatan kali ini, terdiri dari 139 Pasis TNI AL, 2 Pasis TNI AD, 2 Pasis TNI AD, dan 7 Pasis perwakilan dari mancanegara (Amerika, Australia, Pakistan, India, Singapura, Malaysia, dan Jepang). Didampingi 30 dosen pembimbing dengan wilayah sasaran sekitar kawasan Alur Laut Kepulaian Indonesia Dua (ALKI-II) yang meliputi 30 desa di beberapa kabupaten di 6 provinsi (Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, dan Bali), sehingga masing-masing daerah dikunjungi 25 Pasis dan 5 Perwira Pembimbing.

“Kegiatan ini wajib diikuti para Pasis yang disipakan untuk menjadi calon pemimpin, agar mampu mengambil keputusan terbaik dalam berbagai permasalahan yang dihadapi, khususnya dalam kontek strategi pertahanan negara,: ujar Dan Seskoal.

Hal ini sejalan dengan tujuan kegiatan tersebut untuk membekali para Pasis Seskoal agar menguasai dalam pengumpulan data tentang potensi sumber daya nasional aspek maritim di suatu wilayah. Tentunya dengan melaksanakan penelitian dan peninjuan langsung ke daerah dengan sasaran, yaitu para Pasis akan mampu merumuskan postur dan struktur kekuatan TNI AL serta perkiraan risiko dalam mendukung konsepsi strategi pertahanan negara di laut.

Terpilihnya kawasan ALKI-II didasari atas pertimbangan strategis dengan letak dan kondisi geografis sebagai jalur laut internasional yang cukup paday, menghubungkan lalu lintas komoditi perdagangan dunia. Hal ini menjadi  pertimbangan utama dalam menjamin keamanan laut yang bebas dari berbagai ancaman, baik militer maupun non militer.

Komandan Seskoal menegaskan, saat ini situasi dan kondisi keamanan di Bali cukup kondusif. Selanjutnya, berpesan kepada para Pasis agar turut menjaga, memahami dan menghormati adat istiadat masyarakat dengan tidak mengabaikan naluri keprajuritan, dan harus tetap waspada terhadap setiap kejadian yang mungkin terjadi.

Hal senada juga dikatakan Danlanal Bali Kolonel Laut (P) Bambang Trijanto, selain sebagai kunjungan kehormatan juga berharap selama berada di Bali dapat menambah wawasan dalam mengembangkan inovasi dan ide ataupun pemikiran yang strategik, kritis, kreatif, inovatif, ilmiah, dan intelektual tinggi. Hal ini terkait dengan dinamika perkembangan lingkungan strategis yang semakin kompleks menuntut respon cepat dalam menentukan strategis yang handal, untuk menghadapi segala ancaman terhadap keamanan suatu bangsa.