Diposting : 3 November 2018 10:46
Ayu Eka Agustini - Bali Tribune
Keterangan Gambar: 
Yunus Saefulhak

BALI TRIBUNE -  Bali sebagai destinasi wisata internasional mestinya bisa mandiri termasuk dalam penyediaan sumber energi. Pasokan energi terutama untuk penerangan (listrik) memang masih dari daerah lain, padahal pulau ini memiliki sumber daya alam yang cukup banyak untuk menghasilkan energi listrik seperti pemanfaatan sinar matahari, angin dan air terjun. Sumber energi yang didatangkan dari luar membuat Bali akan selalu ketergantungan dengan pasokan dari luar pulau.

Jika pemanfaatan energi baru dan terbarukan dilakukan, tentunya akan menghemat biaya pengeluaran listrik di industri pariwisata. Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (P3TKEBTKE), Yunus Saefulhak di Badung, Kamis (1/11) mengatakan, Bali harus segera mampu membangun pembangkit sumber energi terbarukan secara mandiri.

Bali pun dinilai memiliki potensi besar untuk pengembangkan energi baru dan terbarukan (EBT) tersebut. Hal ini sebagai upaya mewujudkan kemandirian energi yang sebenarnya bisa dilakukan di Pulau Dewata. 

Dia menambahkan, saat ini Pemerintah Provinsi Bali sangat tertarik untuk mengoptimalkan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu/PLTB dan biogas di Nusa Penida. Pemprov Bali pun sejauh ini telah mulai memanfaatkan potensi EBT tersebut. Pemanfaatan itu melalui pemasangan smart great system di Kantor Gubernur Bali. 

Dalam rangka pengembangan dan pemanfaatan potensi EBT dan konservasi  energi di Indonesia yang menunjang kebijakan energi nasional, P3TKEBTKE melakukan sosialisasi jasa layanan sebagai Badan Layanan Umum (BLU) kepada pemerintah daerah. 

Yunus menjelaskan konsep EBT yang digunakan Pemprov Bali, dengan memadukan 3 energi yakni Solar PV dari matahari, angin, dengan listrik PLN. "Saat Solar PV dari matahari masuk dan dari angin masuk, maka listrik dari PLN bisa dihemat. Terbukti dengan EBT ini, Pemerintah Bali bisa lebih hemat 50 persen," terang Yunus.

Dia pun berharap hal yang diterapkan Pemprov Bali untuk menghemat biaya listrik agar menjadi contoh bagi pemerintah daerah lainnya untuk memasang Solar PV di atas rooftop. Menurut Yunus, ini bisa dipadukan dengan energi lain, seperti hydro dan angin untuk efisiensi pembayaran listrik dari PLN. "Bali memiliki beberapa potensi EBT. Semisal di Nusa Penida itu ada biogas dan angin. Kemudian ada panas bumi, dan air terjun di Buleleng. Potensi ini, bahkan secara alami tidak mengganggu lingkungan, karena pemanfaatannya tidak mengubah atau merusak lingkungan," katanya.