Diposting : 13 December 2017 18:54
I Made Darna - Bali Tribune
kebakaran
Keterangan Gambar: 
Ilustrasi peristiwa kebakaran

BALI TRIBUNE - Kasus kebakaran di Kabupaten Badung rata-rata cukup tinggi. Kejadian ini dominan dipicu oleh arus pendek atau konsleting. Berdasarkan data yang ada setiap bulannya rata-rata terjadi 12 kasus kebakaran. Hal itu disampaikan Kadis Kebakaran dan Penyelamatan Badung, I Wayan Wirya, Selasa (12/12).

Nah, untuk meminimalisir peristiwa kebakaran pihaknya terus menggencarkan sosialisasi baik untuk siswa maupun masyarakat umum. “Konsleting listrik menjadi penyebab dominan. Karena itu kami mengimbau kepada masyarakat untuk menganti instalisasi listrik yang lama, sehingga lebih aman,” ujarnya.

Khusus untuk keamanan Puspem Badung, mantan Camat Kuta Selatan ini mengaku secara berkala tiap tahun sudah melakukan pemeriksaan uji alat pemadaman. Diantaranya Alat Pemadam Api Ringan (APAR), Hydrant, Smoke Detector, sprinkler, dan alat pemadam api lainnya Langkah ini untuk meminimalisir terjadinya gangguan alat saat digunakan.

“Ini perupakan pengecekan berkala yang kami lakukan di semua gedung utamnya di Puspem Badung,” kata Wirya sembari menyatakan Selasa kemarin pihaknya baru empat gedung, seperti gedung DPRD Badung yang dicek kesiapannya, dan ini akan dilanjutkan ke semua gedung lainnya.

“Dari hasil pemeriksaan, alat pemadam yang tersedia masih relatif bagus,” tegasnya.

Namun, jika dalam pemeriksaan berkala ditemukan adanya kerusakan akan dilaporkan pada bagian Perawatan (Perwat) untuk diganti. “Nanti, kalau saat diperiksa ditemukan rusak, maka kami sarankan diganti,” kata Wirya.

Sementara untuk armada, pihaknya mensiagakan 26 unit kendaraan pemadam yang ditempatkan menyebar di delapan pos. Seperti, Pos Petang, Abiansemal, Terminal Mengwi, Puspem Badung, Kebo Iwa, Kunti, Majapahit, dan Bali Pecatu Graha.ana/jro