Diposting : 18 October 2017 19:00
I Made Darna - Bali Tribune
mengajar
Keterangan Gambar: 
Ilustrasi Guru mengajar

BALI TRIBUNE - Sejumlah guru honor atau kontrak SMP Negeri di Kabupaten Badung mengeluh. Pasalnya, sejak Juli 2017 gaji mereka belum bayar. Salah seorang guru kontrak SMPN bahkan mengaku

sejak  masuk mengajar dari tahun ajaran  baru 2017/2018 sampai saat ini pernah mendapat gaji.

"Iya, dari bulan Juli sampai bulan Oktober ini, kami belum menerima gaji," ujar guru kontrak yang wanti-wanti meminta  namanya tidak di korankan ini.

Meski belum menerima gaji, namun beban kerja guru kontrak tak kalah beratnya dibanding guru PNS. "Biar belum digaji, tp jadwal mengajar tetap jalan, ” imbuhnya.

Pihaknya pun meminta Pemkab Badung memperhatikan nasib guru kontrak. “Kami harap gaji segera dicairkan. Kasiani dong kami," ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olah Raga (Disdikpora) Kabupaten Badung I Ketut Widia Astika yang dikonfirmasi menegaskan bahwa sistem pembayaran guru kontrak dilakukan diakhir bulan. Itupun guru itu  harus terdaftar dulu di Disdikpora Badung. "Kerja dulu baru dibayar. Kalau misalnya guru itu baru muncul dan APBD sudah ketuk palu, jadi harus menunggu pada panggaran APBD induk tahun berikut," ujarnya.

Pengamprahan gaji ini, lanjut dia, berdasarkan usulan pihak sekolah. "Sekolah yang mengajukan. Kalau lambat mengamprah ya lambat bayar gajinya. Tapi data guru harus akurat dan benar, ” imbuhnya.
Mengenai besaran gaji guru honor, mantan Kepala SMAN 1 Kuta Selatan ini menyebut bervariasi yakni  dihitung per jam mengajar. “Besar gaji tergantung jam mengajarnya. Tapi, kalau guru kelas isekarang gajinya sudah Rp 2,4 juta," tukasnya.