Bali Tribune, Senin 28 Mei 2018
Diposting : 15 May 2018 22:47
Ayu Eka Agustini - Bali Tribune
Anak Agung Yuniartha Putra
Keterangan Gambar: 
Anak Agung Yuniartha Putra
BALI TRIBUNE - Aksi teror bom yang terjadi disejumlah Gereja dan Mapolrestabes Surabaya ini merupakan ancaman serius bagi industri pariwisata. Teror itu memicu beberapa negara telah mengeluarkan imbauan perjalanan atau travel advice kepada warga negaranya ke Indonesia.
 
Hingga saat ini sudah ada 5 negara yang mengeluarkan imbau tersebut agar warga negaranya berhati-hati melakukan aktivitas di Indonesia. Lima negara yang dimaksud adalah Inggris, Amerika Serikat, Australia, Hongkong dan Singapura.
 
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pariwisata Daerah Bali, Anak Agung Yuniartha Putra menyatakan aksi terorisme yang terjadi secara beruntun sejak di Mako Brimob Depok, disusul aksi pengeboman di tiga Gereja Surabaya, Sidoarjo dan juga Mapolrestabes Surabaya sangat berdampak besar bagi pariwisata Bali.
 
"Kalau terjadi terus menerus, ini bisa sangat signifikan dampaknya bagi Bali. Terlebih Bali sempat jadi sasaran bom yang menewaskan puluhan orang," kata Yuniartha saat dihubungi, Senin (14/5).
 
Namun status imbauan yang dikeluarkan beberapa negara itu kata dia merupakan hal yang sangat wajar agar warga negaranya lebih berhati-hati selama berada di Tanah Air. Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Pariwista Daerah Bali meminta kepada stakeholder pariwisata untuk mejaga dan melakukan koordinasi kepada aparat kepolisian jika ada aktivitas yang mencurigakan.
 
Pihaknya mengatakan, dari pemerintah terus memberikan informasi akurat kepada dunia tentang kondisi riil saat ini di Bali. "Kami sudah sampaikan bahwa Bali masih aman, ini untuk mengcounter berita-berita hoax yang muncul. Kemarin waktu erupsi Merapi juga kami sampaikan hal serupa. Kami tegaskan itu bukan di Bali tapi di Jogja. Dengan begitu yang di luar negeri tidak termakan isu hoax," beber Yuniartha.
 
Terkait pembatalan kedatangan wisatawan dia menjelaskan bahwa karakteristik wisatawan asing yang melakukan liburan ke luar negeri tentu sudah melalui persiapan panjang. Namun apabila terjadi pembatalan, Yuniartha meminta pelaku pariwisata di Bali tidak mengembalikan uang yang telah dibayarkan. Mengingat Bali hingga saat ini dalam kondisi aman dan jauh dari lokasi bom.
 
"Sejauh ini belum ada dampaknya. Kalau ini terus terjadi, ini akan mengancam pariwisata kita. Apalagi travel advice sudah mulai muncul," imbuhnya.