Diposting : 3 July 2018 23:03
I Made Darna - Bali Tribune
Keterangan Gambar: 
Bupati Giri Prasta bersama Wabup Suiasa dan Sekda Adi Arnawa dukung Sekaa Gong Kebyar Wanita Duta Kabupaten Badung "Sanggar Asti Pradnyaswari" Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan pada Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-40 tahun 2018 di Ardha Candra, Taman Budaya Art Center Denpasar, Minggu (1/7) malam lalu.
BALI TRIBUNE - Sekaa Gong Kebyar Wanita Duta Kabupaten Badung "Sanggar Asti Pradnyaswari" Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan tampil memukau pada ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-40 tahun 2018 di Ardha Candra, Taman Budaya Art Center Denpasar, Minggu (1/7) malam lalu. Penampilan duta Badung ini mendapat dukungan penuh dari Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta bersama Istri, Wabup. Suiasa beserta Istri, Sekda Adi Arnawa beserta Istri, Ketua Gatriwara serta pejabat dilingkungan Pemkab Badung, yang hadir langsung menyaksikan penampilan duta Badung ini. Dalam penampilannya, Sanggar Asti Pradnyaswari bersanding dengan Sekaa Gong Wanita Sanggar Mekar Suara Santi duta Kabupaten Bangli.
 
Dalam penampilannya Sanggar Asti Pradnyaswari membawakan dua tabuh dan dua tarian. Pertama ditampilkan tabuh pisan "Agni Branta" yang sesuai dengan tema PKB "Teja Dharmaning Kahuripan", Api Spirit Penciptaan. Kedua, Tari Nelayan, dilanjutkan Tabuh Kreasi "Pralaya" dan ditutup dengan Tari Kreasi Tedung Jagat.
 
Tabuh Pisan Agni Branta ini terinspirasi dari api asmara yang ada pada jiwa wanita. Dalam bahasa Sansekerta disebut Agni Branta, Agni berarti Api dan Branta berarti Asmara. Penata Tabuh I Ketut Suarta Jaya dan I Ketut Aditya Putra, Penata Gerak I Made Nova Antara. Penampilan kedua, duta Badung membawakan Tari Nelayan. Tari ini menggambarkan aktivitas dan kehidupan para nelayan yang sedang mencari ikan di laut. Tarian ini diciptakan oleh I Ketut Mardana dari Desa Kedisan Singaraja pada tahun 1960. Pembina tabuh I Made Murna dan I Wayan Sudiksa, Pembina Tari I Made Dwi Saputra dan Ni Made Ratna Juwita, pembina gerong, Desak Made Suarti Laksmi.
 
Suguhan ketiga, ditampilkan Tabuh Kreasi "Pralaya". Sebuah gubahan komposisi inovatif yang terinspirasi atas munculnya unsur-unsur alam yang melapisi bumi ini menjadi unsur Sapta Petala dengan kekuatan unsur Panca Maha Bhuta. Sapta Petala yang menjadi lapisan dasar dalam bumi merupakan suatu penyatuan unsur inti alam yang mempunyai kekuatan maha dasyat dalam pelebur suatu kehidupan Maya Pada. Penyatuan unsur sapta petala dalam kehidupan maya pada memiliki suatu kekuatan dalam unsur Panca Maha Bhuta sebagai pengendali alam semesta yang tidak pernah terpikirkan atau kehendak alam, melalui proses penggalian dalam suatu gubahan kepasrahan pun terjadi hingga akhir kecemasan dan penantian.
 
Tabuh ini diciptakan pada tahun 2007 oleh I Wayan Widya S. Skar dalam ajang festival gong kebyar dewasa PKB Bali ke-29. Sebagai pembina tabuh I Ketut Suarta Jaya dan I Ketut Aditya Putra, pembina gerak I Made Nova Antara. Penampilan pamungkas, Sanggar Asti Pradnyaswari membawakan Tari Kreasi Tedung Jagat. 
 
Dalam sinopsisnya tedung jagat menggambarkan seorang pemimpin memiliki kewajiban mengayomi dan memberi keamanan rakyatnya. Penata tari I Made Nova Antara dan Ni Kadek Ayu Era Pinatih, penata tabuh I Komang Sumastra Jaya, pembina tabuh I Made Adnyana dan penata gerong Desak Made Suarti Laksmi.