Diposting : 25 June 2019 14:11
Redaksi - Bali Tribune
Bali Tribune/ RAPAT – Suasana Rapat Dewan dengan Perumda Kab. Gianyar, Senin (24/6).
balitribune.co.id | Gianyar - Meski sudah didukung degan anggaran sesuai yang diusulkan, Perumda Gianyar selalu merugi, kondisi ini menuai sorotan DPRD Gianyar dalam rapat kerja DPRD Gianyar dengan Perumda Gianyar, PDAM Gianyar dan BPR Werhi Sedana, Senin (24/7). Dewan meminta laporan kondisi riil perusahan yang menggerogoti anggran pemerintah ini, yang perjalanannya hanya terkesan perusahaan papan nama saja.
 
Ketua Pansus, Made Budiasa menjelaskan rapat kerja yang dilaksanakan untuk Dalam rapat kerja kemarin, hampir seluruh anggota Pansus memberikan pertanyaan terkait kondisi perusahaan dan permintaan penyertaan modal dari Pemkab Gianyar. Anggota pansus mempertanyak kinerja masing-masing perusahaan dalam melakukan pengelolaan keuangan dan pengembangan usaha yang dilakukan. Bahkan dirinya menyebutkan kalau memang terus merugi dari tahun ke tahun, sebaiknya ditutup saja.
 
Anggota pansus lain bahkan meminta kondisi riil saat ini di masing-masing unit usaha. Mengingat selama ini yang dilaporkan adalah laporan neraca keuangan, namun bagaimana usaha memajukan perusahaan tidak dilampirkan. Perumda yang berdiri sejak Tahun 1984 ini, telah banyak menggerogoti anggaran daerah, namun hanya memberikan kontribusi atau penyetoran laba yang sedikit. 
 
Terkait dengan usulan PDAM Gianyar yang akan membuka usaha baru, pabrik air dalam kemasan, Ekayana menjelaskan ada baiknya PDAM melakukan kajian yang mendalam, mengingat saat ini air dalam kemasan sudah banyak dan PDAM sebagai pendatang baru, mesti berjuang merebut pasar.
 
Direktur Perumda Gianyar, I Wayan Warna menjelaskan Perumda memiliki usaha seperti percetakan, kontruksi dan RPH. Namun usaha perusahaan ini jalan di tempat. Dikatakannya, tidak banyak OPD yang melakukan pencetakan dan pembelian ATK di Perumda. Disamping itu, kedepannya Perumda akan membuka usaha baru sepertu usaha transportasi, catering dan pengembangan RPH.