Bali Tribune, Sabtu 21 Juli 2018
Diposting : 6 July 2018 23:43
San Edison - Bali Tribune
I Ketut Sudikerta
Keterangan Gambar: 
I Ketut Sudikerta
BALI TRIBUNE - Usai mengakui kekalahan pada Pilgub Bali 2018, calon Wakil Gubernur Bali Nomor Urut 2, I Ketut Sudikerta, menegaskan sikap politiknya untuk 'pensiun' dari panggung politik. Penegasan itu disampaikan Sudikerta, pada tanggal 28 Juni 2018 lalu.
 
Ketika itu, Sudikerta mengakui bahwa hampir 15 tahun di pemerintahan (2005-2018), sudah cukup baginya untuk mengabdi. Sudikerta bahkan menyatakan pilihan untuk tidak maju sebagai calon anggota DPR RI pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2019.
 
Hanya saja, pilihan politik Sudikerta ini ternyata tak direstui mayoritas kader Partai Golkar di Bali. Buktinya, para ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten/Kota se-Bali melayangkan surat agar Sudikerta yang juga ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Bali itu, bertarung ke Senayan untuk membesarkan partai dan meningkatkan perolehan suara serta kursi DPR RI dari Bali.
 
Dukungan dari kader ini, membuat Sudikerta akhirnya memutuskan untuk ikut bertarung sebagai calon anggota DPR RI. Padahal, ia sudah siap untuk pensiun dan kembali berbisnis seperti sebelum terjun ke dunia politik.
 
"Ada dorongan dari DPD Golkar Kabupaten/ Kota dan tokoh-tokoh agar saya maju ke DPR RI. Tentu saya hormati itu dan saya siap menjalankan aspirasi dan kepercayaan ini," tutur Sudikerta, di Rumah Apresiasi Sudikerta (RAS), Jalan Drupadi Denpasar, Kamis (5/7).
 
Sudikerta menceritakan, ketika ada dorongan dan surat dari para ketua DPD II Partai Golkar se-Bali tersebut, dirinya tidak langsung menyanggupi untuk maju ke DPR RI. Sebab, dirinya juga harus mendapat izin dan doa restu keluarga, khususnya sang istri, Ida Ayu Ketut Sri Sumiatini.
 
"Setelah saya dapat izin dan restu dari istri, saya nyatakan siap maju nyaleg. Tapi ini bukan keinginan dan ambisi saya pribadi. Melainkan karena dorongan dan keinginan kader, agar saya bisa membesar suara partai. Kalau saya sebenarnya sudah selesai dan cukup dengan yang selama ini," tegas Sudikerta.
 
Di sisi lain, publik juga menginginkan Sudikerta maju sebagai wakil rakyat dari Bali ke pusat. Terbukti dari hasil poling yang dilakukan Sudikerta di media sosial, sebanyak 84 persen masyarakat Bali menginginkan dirinya berjuang maju ke DPR RI. Hanya 16 persen yang menginginkan dirinya pensiun dari panggung politik dan menjadi pengusaha.
 
"Saya lakukan mapping dan polling di medsos dan diharapkan saya maju ke DPR RI," papar Sudikerta, yang saat ini masih duduk sebagai wakil gubernur Bali.
 
Ditanya soal optimisme terpilih ke Senayan, Sudikerta mengaku sangat optimis. Apalagi jika berkaca pada perolehan suara dirinya saat maju sebagai calon wakil Gubernur Bali mendampingi Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra (Mantra-Kerta) yang mencapai 892.170 suara sah.
 
Jika minimal 30 persen saja suara itu terkonversi kembali untuk Sudikerta, maka ia akan mendapatkan 300 ribu suara. Itu artinya, sudah menjadi garansi terpilih satu kursi untuk dirinya dari Partai Golkar.
 
"Tapi target saya minimal 200 ribu suara saja cukup. Apalagi dengan kekuatan perjuangan bersama kader, saya optimis lolos," kata Sudikerta.