Diposting : 29 August 2018 14:41
I Made Darna - Bali Tribune
Keterangan Gambar: 
Tes urine di Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Selasa (28/8).
BALI TRIBUNE - Untuk mewujudkan Lingkungan kerja Pemkab Badung yang bebas narkoba, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Badung kembali melakukan tes urine dengan menyasar Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Selasa (28/8).
 
 
Hasilnya, dari 43 staf BKPSDM  yang di tes urine ternyata ada satu orang positip mengandung Benzodan. Pun hal itu lantaran pegawai tersebut sakit dan mampu menunjukkan resep dari dokter untuk mengkonsumsi obat yang ada kandungan Benzodan.
 
 
Kepala BNNK Badung AKBP Ni Ketut Masmini disela-sela pemeriksaan ini menyampaikan bahwa kegiatan yang dilaksanakan di BKPSDM merupakan kelanjutan dari pemeriksan urine yang dilaksanakan di Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung pada Jumat yang lalu. “Bupati Badung sudah menunjukkan komitmenya mewujudkan lingkungan kerja yang bebas narkoba dengan ikut melalukan tes, kenapa karyawan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung tidak ikut mendukung komitmen tersebut,” ungkap Masmini.
 
 
Lebih lanjut dikatakan, tes urine yang dilaksanakan ini  merupakan bentuk sinergitas antara Pemerintah Kabupaten Badung dengan BNNK Badung untuk Bersama-sama dalam pencegahan, pemberantasan, penanggulangan dan peredaran gelap narkoba (P4GN) di Kabupaten Badung khususnya. “Marilah kita bersama-sama memerangi narkoba sehingga muda dapat terhindar dari bahaya narkoba. Saya harapkan Aparatur Sipil Negara ini dapat sebagai corong untuk menyuarakan perang terhadap narkoba. Kalau bukan kita siapa lagi yang peduli dengan bahaya narkoba,” harapnya.
 
 
Sementara itu Sekretaris BKPSDM A.A. Ngr. Bagus Wirayasa memberikan apresiasi kepada BNNK Badung yang telah mengadakan tes urine di BPKSDM. “Saya ucapkan terimakasih dan apresiasi dilaksanakan pemeriksaan urine di sini karena sejalan dengan komitmen kami untuk mewujudkan ASN yang bersih dari Narkoba. Kita mulai gerakkan bersih dan bebas narkoba yang dimulai dari ASN dan diketoktularkan kepada keluarga dan masyarakat disekitarnya,” kata Wirayasa.