Bali Tribune, Sabtu 27 Mei 2017
Diposting : 5 May 2017 16:22
redaksi - Bali Tribune
SAR
Keterangan Gambar: 
I Gede Tanu, korban yang terpeleset dan jatuh ke dalam jurang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.

BALI TRIBUNE - Seorang pemedek tergelincir dan terjun ke jurang di lereng atas Gunung Agung sesaat setelah kembali dari ngaturang pekelem di Kawah Gunung Agung. Korban atau pemedek yang tergelincir tersebut belakangan diketahui bernama I Gede Tanu (55) warga asal Dusun Tanah Lengis, Desa Ababi, Kecamatan Abang, Karangasem. Setelah melakukan berbagai upaya, Tim SAR gabungan akhirnya berhasil mengevakuasi korban dengan selamat hingga ke Pos Pendakian.

Berdasarkan informasi yang dihimpun koran ini, Kamis (4/5), sebelumnya korban bersama rombongan dari Desa Pekraman Ababi sebanyak 150 orang, berangkat melakukan pendakian dari Pura Pasar Agung, Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Karangasem, dalam rangkaian ritual ngaturang pekelem ke Kawah Gunung Agung. Rombongan berangkat dari Pos Pendakian sekitar pukul 01.00 Wita dini hari. Setelah melakukan pendakian hampir empat jam, rombongan sekitar pukul 05.00 Wita berhasil mencapai puncak tepatnya di Kawah Gunung Agung dan langsung melaksanakan ritual ngaturang.

 Ritual selesai, rombongan pun kembali turun melalui jalur yang sudah ada, namun naas, setiba di ketinggian 2.500 meter di atas permukaan laut (DPL) tiba-tiba korban I Gede Tanu terpeleset dan terjatuh ke jurang sedalam 20 meter.

Melihat kejadian itu, warga lainnya dalam rombongan itu pun panik dan sempat berusaha menolong korban. Namun karena medan sangat sulit, beberapa orang anggota rombongan memutuskan untuk turun meminta bantuan dengan melaporkan peristiwa itu ke Basarnas dan Polsek Selat. Sementara warga lainnya masih bertahan di lokasi terjatuhnya korban.

 “Ketika perjalanan pulang bersama rombongan, mungkin karena jalannya licin membuat korban terpleset dan jatuh ke jurang,” jelas Kapolsek Selat, AKP Sudartawan yang memantau langsung proses evakuasi bersama Wakapolres Karangasem, Kompol AA Ketut Mudita, Kamis kemarin.

Menurut keterangan dari beberapa saksi mata yang ikut melakukan pendakian bersama korban, saat itu korban tergelincir sejauh 50 meter dan bahkan sempat menabrak seorang wisatawan yang sedang melakukan pendakian.

 “Saya lihat korban sudah tersadar, memang awalnya dia sempat terguling sehingga badannya mengalami luka-luka, sedangkan wisatawan yang ditabrak korban sempat pingsan karena benturan,” ungkap IGA Ratih (36) saksi mata yang juga ikut dalam rombongan pendakian bersama korban.

Beruntung dalam kejadian itu ada salah satu wisatawan lain yang tengah melakukan pendakian, ada yang berprofesi sebagai dokter sehingga keduanya sempat ditangani. Dari jurang sedalam 20 meter, tubuh korban diangkat dan dibawa ke permukaan yang lebih lapang.

 Sementara itu, beberapa saat setelah menerima laporan kejadian itu, Tim SAR gabungan dari Basarnas Karangasem, Kepolisian, BPBD Karangasem, Pemandu dan unsur lainnya langsung bergerak cepat melakukan pendakian guna mengevakuasi korban. Setelah mennempuh medan yang cukup sulit, Tim SAR gabunggan berhasil mengevakuasi korban dan membaawanya ke pos pendakian untuk selanjutnya dilarikan ke rumah sakit.