Bali Tribune, Selasa 12 Desember 2017
Diposting : 26 July 2017 20:22
Ketut Sugiana - Bali Tribune
SIDAK
Keterangan Gambar: 
SIDAK - Kasat Reskrim AKP Agus Wirawan pimpin sidak Gudang Bulog di Banjarangkan.

BALI TRIBUNE - Dengan ditemukannya praktik pengoplosan beras bersubsidi di wilayah Ibukota dengan menjualnya menjadi beras Premium dengan harga mencekik leher, disikapi jajaran Polres Klungkung dengan melakukan pemantauan di lokasi menumpuknya setok beras di Klungkung.

 Selasa (25/7) sekitar  pukul 11.30 wita menerjunkan aparat Sat Reskrim Polres Klungkung melakukan sidak sekaligus koordinasi dan ricek ketersediaan sembako khususnya beras bersubsidi di wilayah hukum Kabupaten Klungkung. Saat sidak dilakukan di lokasi Gudang Bulog Banjanrangkan diketahui Gudang Bulog ini mewilayahi distribusi beras bersubsidi untuk Kabupaten Klungkung dan Kabupaten Karangasem.

Kepala Gudang Bulog Made Raka di hadapan wartawan menyatakan bahwa stok beras bulog yang ada di Gudangnya  untuk melayani warga di Kabupaten Klungkung dan Karangasem.  “Stok beras ini akan didistribusikan untuk wilayah Klungkung sebanyak 128.400 ton. Karangasem sebanyak 327.510 ton. Sementara itu beras untuk warga di wilayah Klungkung dibagikan  kepada 8.560 KK,” jelasnya.

Dari tempat gudang Bulog ini Satreskrim Polres Klungkung kemudian melakukan sidak ke tempat penggilingan beras di wilayah  Banjarangkan. Dari keterangan petugas penggilingan disebutkan untuk saat ini harga beras di pasaran jenis C4 perkarung dengan isi 25 Kg dijual seharga Rp .425.000. Secara keseluruhan pada bulan juli ini ketersediaan beras masih mencukupi.

Sementara pemantauan di Pasar Galiran Klungkung saat ditemui Ibu Surini, pemilik usaha penyosohan UD Rini menyebutkan stok beras di pasar klungkung disebutkan masih merncukupi. “Dari hasil penyosohan dan ketersediaan pangan khususnya  beras masih lancar,” jelasnya.

Menurutnya, di pasaran utamanya di Pasar Galiran Klungkung konsumen masih menikmati beras berkualitas premium jenis  lainnya sedangkan jenis beras Premium maknyoss dan ayam jago malah  tidak laku di wilayah Kabupaten Klungkung.