Diposting : 2 March 2019 05:00
Hans Itta - Bali Tribune
Keterangan Gambar: 
Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Ruddy Setiawan, SIK, dan Kapolres Badung, AKBP Yudith Satria Hananta,SIK, bersama sejumlah aparat gabungan dalam sidak di Lapas Kerobokan, Jumat (01/03/2019) malam.

BALI TRIBUNE - Sebanyak 600 personel gabungan dari petugas Lapas, Polisi, TNI, dan BNN Provinsi Bali Jumat (01/03/2019) malam "menyerbu” Lapas Kerobokan. Inspeksi mendadak (sidak) itu berhasil mengumpulkan lima alat hisap narkoba, (bong), belasan ponsel hingga rice cooker.

Sidak dimulai sejak pukul 19.00 Wita hingga pukul 21.00 Wita. Sepanjang jalan yang dilalui petugas menuju Lapas Kerobokan ditutup. Terlihat sejumlah mobil Gegana dan mobil Polisi parkir di sisi Kalapas Kerobokan, Tonny Nainggolan, mengatakan, sidak dilakukan dalam rangka Nyepi.

Tujuan lainnya adalah untuk menjaga kondusifitas Lapas Kerobokan jelang perhelatan Pilkada Serentak dan Pemilihan Presiden (Pilpres) pada 17 April mendatang. ”Sidak dilakukan agar Pemilu, Pileg, Pilpres di Lapas Kerobokan berjalan kondusif,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwilkum HAM Provinsi Bali, Slamet Prihantara (Toro), mengatakan, kapasitas Lapas Kerobokan sebenarnya hanya bisa menampung 332 orang. Tetapi saat ini jumlah penghuni mencapai 1.635 orang. 

Sidak yang melibatkan ratusan aparat dari tim gabungan itu menyasar seluruh wisma di Lapas Kerobokan yang terdiri dari 112 kamar dari 15 blok hunian. Adapun di luar blok dilakukan penggeledahan di wilayah dapur maupun di wisma rehabilitasi.

Hasilnya petugas menemukan lima botol air mineral kecil yang digunakan sebagai bong di Wisma GWK dan Taman Ayun yang memang dihuni napi narkotika, 14 ponsel, satu televisi, satu DVD player, enam gunting, delapan macam alat kerja (obeng, tang), dua rice cooker, dll. (*)