Diposting : 8 November 2018 12:24
Redaksi - Bali Tribune
Keterangan Gambar: 
SIDAK - Ketua DPRD Karangasem sidak proyek jalan di Lingkungan Pedalit, Dusun Pengawan, Desa Sibetan, Bebandem, Karangasem
BALI TRIBUNE - Ketua DPRD Karangasem I Nengah Sumardi bersama dewan lainnya, Rabu (7/11), melakukan sidak ke lokasi proyek jalan di Lingkungan Pedalit, Dusun Pengawan, Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem, Karangasem, yang dikeluhkan warga dan heboh di media sosial.
 
Kepada wartawan, Nengah Sumardi mengaku pihaknya mendapatkan laporan jika warga Lingkungan Pedalit akan datang untuk menyampaikan aspirasi ke gedung dewan terkait kondisi proyek jalan yang mereka sebut pengerjaannya kurang bagus. Selain itu, masalah proyek jalan di wilayah itu juga sempat heboh dan ramai di Media Sosial. 
“Menyikapi hal ini kami di lembaga dewan turun untuk mengecek langsung kondisi proyek jalan yang dikeluhkan oleh masyarakat. Dan kami lihat memang pengerjaannya kurang bagus, beberapa titik senderan jebol,” ujar Nengah Sumardi sembari membeberkan dari hasil pemantauan pihaknya bersama masyarakat setempat menemukan bagian aspal yang tidak merata, bahkan ada yang kelihatan agregatnya. Kemungkinan proses rekonnya yang kurang bagus, dan karena ini masih dalam proses pemeliharaan maka pihaknya meminta kepada rekanan yang mengerjakan proyek tersebut untuk segera melakukan perbaikan sehingga hasilnya bisa sesuai dengan harapan masyarakat.
 
Pihaknya juga menyayangkan kurangnya pengawasan atau tidak ada kontrol dari Dinas PU, sehingga pengerjaannya tidak optimal. “Kalau tidak segera dilakukan perbaikan, ini bisa membahayakan bagi warga dan pengguna jalan, utamanya pas di jalan tanjakan terjal. Siapa tahu nanti ada mobil yang parkir atau anak-anak yang bermain, bisa terjadi kecelakaan,” cetusnya.
 
Kepala Wilayah (Kawil) Pengawan I Kadek Surata mengatakan jika senderan jalan tersebut jebol di beberapa titik, namun sudah ada yang diperbaiki oleh pelaksana, tinggal dua titik lagi yang saat ini tegah dilakukan perbaikan. “Waktu itu saya tanyakan kepada pelaksananya, ini kog jebol, dan yang bersangkutan bilang itu karena faktor alam yakni karena hujan,” lontarnya. Termasuk soal pengaspalan badan jalan di tanjakan yang berlubang dan kurang bagus, pihak pelaksana juga mengatakan jika nantinya itu akan dilakukan perbaikan secara manual. Pihaknya bersama masyarakat berharap agar pengerjaan jalan itu bisa dilakukan dengan baik, mengingat warga sudah menunggu hampir 15 tahun sampai akhirnya jalan tersebut diperbaiki.
 
Wayan Sutika, Pengawas Lapangan yang mengawasi pelaksanaan proyek tersebut mengatakan jika jebolnya senderan jalan itu bukan karena kualitasnya yang buruk, namun murni karena faktor alam, dimana saat itu terjadi hujan yang sangat lebat sehingga terjadi banjir dan mengakibatkan senderan jalan itu jebol di beberapa titik. “Kalau kualitas sudah sesuai dengan spesifikasi dan bestek. Ini hanya masalah alam saja dan kami sudah melakukan perbaikan senderan jalan yang jebol itu. Sementara soal aspal badan jalan yang sleding, kami akan lakukan perbaikan secara manual. Karena tidak memungkinkan menggunakan alat hotmix dengan medan jalan yang terjal seperti itu,” bantahnya.