Diposting : 15 May 2018 20:13
I Made Darna - Bali Tribune
Kesatuan
Keterangan Gambar: 
Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama Kabupaten Badung Kompyang R. Swandika usai Rapat Pimpinan Umat Beragama Bertempat di Kantor Agama Kabupaten Badung, Senin (14/5) kemarin.
BALI TRIBUNE - Terkait kejadian teror bom Surabaya Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Badung mengelar rapat pimpinan umat beragama bertempat di Kantor Agama Kabupaten Badung, Senin (14/5) kemarin. 
 
Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama Kabupaten Badung  Kompyang R. Swandika beserta anggota FKUB Kabupaten Badung, Ketua Majelis Ulama Islam Kab Badung Hj Shoim, Ketua Harian PHDI, I Gede Rudia Adi Putra, Walubi Pandita Handy Prasetya, Pendeta Made Budiarsa Musyawarah Pelayanan Antar Gereja  (MPAG) Umat Kristen, Romo Widastra Keuskupan Umat Khatolik, Ir Nyoman Darsana Majaelis Agama Konghucu Indonesia (MAKIN) , Kepala Kantor Agama Kabupaten Badung I Gst Agung Gede M. Manguningrat, Kesbangpolitmas dalam kesempatan ini diwakili oleh Kabid Ideologi I Made Arnaya, Kasi urusan Hindu I Gst Ketut Mudiana, Kasi Pendidikan Hindu I Nyoman Arimbawa, Kasubag TU Kantor Agama Sagung Alit Suparmiati, Kasi Bimas Islam Hj Bambang, Penyelenggara Budha Bpk Gino. 
 
Dalam Kesempatan tersebut Kompyang R. Swandika mengucapkan terima kasih kepada Kepala Kantor Kementerian Agama dan Kesbangpolitmas yang telah memfasilitasi acara rapat FKUB beserta  pimpinan umat beragama di Kabupaten Badung terkait kejadian teror bom di 3 Gereja di Surabaya, Ini sebagai bentuk kebersamaan kepedulian dan kecintaan kami kepada Negara Kesatuan Repulik Indonesia yang mengedepankan Toleransi Kebhinekaaan serta Harmoni antar Umat Beragama.  "Kami sepakat untuk berseru menghimbau kepada masyarakat khususnya masyarakat Kabupaten Badung untuk terus meningkatkan kerukunan dan harmoni persaudaraan antar umat beragama dan kami juga sepakat menolak kekerasan dalam bentuk apapun karena itu tidak sesuai dan bertentangan dengan ajaran agama yang mengedepankan persaudaraan perdamaian dan kesejahteraan,ini adalah salah satu kesepakataan kami dan secara bersama – sama melalui pimpinan umat akan memberikan sosialisasi dan keteladanan untuk memelihara kerukunan toleransi dan kebhinekaan di Kabupaten Badung, “ terangnya.
 
Lebih lanjut diungkapkannya melalui rapat pimpinan umat ini akan digelar doa bersama untuk mendoakan para korban kejadian teror bom di 3 Gereja di Surabaya. Yang rencananya akan di gelar pada hari Rabu (16/5) yang akan datang, bertempat di  pusat peribadatan Puja Mandala Nusa Dua yang akan dihadiri dari masing – masing perwakilan umat beragama.
 
Adapun kesimpulan yang diperoleh dari hasil rapat tersebut antara lain, turut berduka cita atas terjadinya teror bom yang terjadi di 3 gereja di Surabaya.  Menolak segala bentuk kekerasan teror dan sejenisnya karena bertentangan dengan nilai – nilai kemanusiaan dan keagamaan. Menyerukan terus pelihara kerukunan yang sudah terpelihara selama ini di Kabupaten Badung.  Membumikan nilai – nilai agama nilai kebhinekaan untuk perdamaian dan kesejahteraan  masyarakat di Badung, terus tingkatkan kewaspadaan dan persaudaraan untuk cinta Tanah Air Negara Kesatuan Republik Indonesia.