Diposting : 7 February 2019 22:07
Ayu Eka Agustini - Bali Tribune
Keterangan Gambar: 
Bali Tribune/ SPOT WISATA - Badung memiliki beragam spot wisata mulai dari pantai disertai tebing dan perdesaan yang menjadi daya tarik wisatawan
Bali Tribune, Badung – Pelaku pariwisata di Badung memiliki cara yang menjadi andalan untuk tetap mendatangkan wisatawan mancanegara (wisman). Dalam hal ini disepakati membangun pariwisata berkualitas yang melibatkan peran pemerintah setempat dan pelaku industri. 
 
Pasalnya tantangan pariwisata cukup berat yakni dengan target 20 juta turis mancanegara ke Tanah Air dan 7 juta kunjungan wisatawan asing ke Bali. Sehingga diperlukan sinergitas antara pemerintah, stakeholders begitu pula dukungan masyarakat. Tiga hal ini yang diyakini akan mendorong pariwisata sebagai sektor unggulan menjadi semakin maju. 
 
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Badung, IGN Rai Suryawijaya beberapa waktu lalu di Badung mengatakan bahwa pariwisata sangat rentan, sedikit ada goncangan maka dampaknya langsung terasa bahkan memicu turunnya kunjungan wisatawan. "Maka itu perlu langkah kerja keras dan tuntas untuk melakukan sinergi dan strategi dalam menghadapi globalisasi," cetusnya. 
 
Menurut Rai, pariwisata memerlukan dukungan pemerintah, karena sektor ini memberikan pajak melalui PHR (pajak hotel dan restoran). Selain menyumbang pajak, pariwisata bahkan mampu menyerap tenaga kerja. Kata dia, agar sektor pariwisata di Badung tetap eksis, maka andalannya adalah quality tourism dengan melakukan safety, harmony dan security yang bagus. 
 
Pemerintah Kabupaten juga menerapkan koneksi dan mengkombinasikan potensi Badung Utara, Badung Tengah dan Badung Selatan. Salah satu contohnya dengan menggelar event dimasing-masing wilayah yang mengangkat kearifan lokalnya. Selanjutnya untuk menciptakan kualitas sumber daya manusia (SDM) pun telah dilakukan dengan cara mengirim pelajar keluar negeri.
 
Namun diakui Rai saat ini masih menghadapi tantangan yang perlu ada solusinya, yaitu banyak wisatawan yang komplin karena kemacetan, sampah plastik. Selain itu juga terjadi degradasi budaya, bencana alam juga masih viral, sumber energi listrik yang harus mandiri, alih fungsi lahan dan berkurangnya air bersih. "Caranya strategi pamungkas yakni sinergitas antara pemerintah, masyarakat dan industri," katanya.