Diposting : 2 October 2017 19:49
Ketut Sugiana - Bali Tribune
instruksi
Keterangan Gambar: 
SAMBANGI - Bupati Suwirta sambangi siswa pengungsi yang belajar di SDN 2 Gelgel.

BALI TRIBUNE - Suasana Sekolah Dasar Negeri 2 Gelgel, Klungkung nampak berbeda dari hari hari biasanya. Ratusan anak anak pengungsi Gunung Agung dengan menggunakan pakaian seadanya berbaur melakukan aktivitas belajar di halaman sekolah. Jumlahnya pun tidak main-main, yakni 156 anak, jauh lebih banyak ketimbang siswa setempat yang berjumlah 84 anak.

Kondisi serupa juga hampir terjadi di SDN 1 Gelgel, di sekolah ini jumlah siswa pengungsi hampir sebanyak siswa setempat. Tercatat 175 siswa pengungsi berbaur dengan siswa SDN 1 Gelgel yang berjumlah 196 siswa. Tak pelak kondisi di kedua sekolah ini menyebabkan membludaknya siswa pada sejumlah ruang kelas sehingga mengakibatkan proses belajar mengajar menjadi kurang efektif.

Kondisi itu menjadi temuan Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta ketika mengunjungi sejumlah sekolah yang berada didekat Posko Induk GOR Swecapura, Sabtu (30/9). Selain ruang kelas yang tidak memadai, kegiatan belajar juga terkendala kurangnya jumlah guru pengajar, di samping terbatasnya jumlah meja, bangku, serta sarana belajar lainnya. 

“Jika kondisi seperti ini terus dibiarkan maka proses belajar anak tidak akan berjalan dengan benar, solusinya kita akan tambahkan kelas baru, namun siswa pengungsi tidak akan dipisahkan melainkan tetap dicampur dengan siswa setempat sehingga terjadi interaksi,” ujar Bupati Suwirta.

Untuk mengatasi kurangnya jumlah guru pengajar, Bupati Suwirta instruksikan Kepala Dinas Pendidikan Klungkung Dewa Dharmawan untuk menjalin komunikasi dengan Dinas Pendidikan Karangasem. “Tidak perlu memikirkan administrasi dan sebagainya karena semua disini demi kemanusiaan dan masa depan anak anak para pengungsi,” tegasnya.