Diposting : 18 July 2019 13:10
Ketut Sugiana - Bali Tribune
Bali Tribune/ NANGIS - Ayah dan ibu korban bunuh diri tangisi jenazah anaknya di UGD RSU Klungkung.
balitribune.co.id | Semarapura - Deretan panjang kasus bunuh diri oleh pelajar kembali terjadi. Kali ini menimpa seorang pelajar siswa SMAN 2 Semarapura di Klungkung. Korban yang diketahui bernama Kadek Pande Susila (15) ditemukan telah terbujur kaku menggelantung di Kanopi Garage rumahnya yang terletak di Banjar Sangkan buana, Semarapura Kauh. 
 
Menurut Ketut Ali Mawa (35), pamannya di lokasi, korban meninggal diduga menggantung diri ini ini menyebutkan , korban Kadek Susila sempat sebelum melakukan aksi diduga bunuh diri, korban sempat menulis pesan WA kepada orang tuanya untuk  minta dijemput jangan menyertakan ibunya hanya dengan para karyawan  saja. Setelah keluarga datang sekitar jam 8 pagi korban sudah ditemukan mayatnya neggantung kaku diduga meninggal dunia karena bunuh diri di kap kanopi garage rumahnya. Ayah korban Wayan Putra begitu shock melihat kenyataan tersebut, anaknya sudah meninggal dunia, langsung korban dibawa ke UGD RSU Klungkung, namun nyawanya sudah tidak tertolong lagi karena sudah meninggal saat ditemukan.
 
Kapolsek Klungkung Kompol Wayan Sarjana, SH membenarkan ada siswa yang meninggal karena diduga  gantung diri namun motifnya belum diketahui. Menurutnya, saat korban ditemukan korban mempergunakan baju kaos warna putih lengan panjang  serta celana panjang  warna hitam dengan tinggi badan 165 Cm dan berat 59 Kg. Korban ditemukan menggelantung di kanopi garage rumahnya di Banjar Sangkanbuana,Semarapura Kauh, Klungkung. Kematian korban karena bunuh diri ini dibenarkan oleh oleh dr Made Aridana, Dokter UGD RSU Klungkung yang menangani korban.
 
Menurut Ketut Alit Mawa bahwa korban Kadek Pande Susila ini memiliki adik Komang Pande  yang masih duduk dibangku  5 SD di Sebudi, Karangasem. Sedangkan korban baru naik kelas XI di SMA 2 Semarapura, Klungkung. Sedangkan Kakaknya Luh Purnami Santhi (19) masih kuliah di Fak  Ekonomi disalah satu Universitas di Denpasar. Lebih jauh menurut  ketut Ali Mawa (35) dirinya bekerja koperasi milik keluarga. ”Rumah yang ditempati almarhum Kadek Pande Susila ini  adalah rumah tempat mengungsi saat bencana Gunung Agung meletus dulu. Setelah pengungsia usai rumah tersebut  langsung di beli ayah korban sampai kini ditempati almarhum Kadek Pande Susila ini,” terang Ketut Ali Mawa.
 
Korban yang berasal dari Banjar Dinas Sogra, Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Karangasem ini diketahui orangnya pendiam, tinggal nenyendiri di BTN Sangkan Buana, Klungkung. Sedangkan bapaknya, I Wayan Putra (39) Ketua LPD Sogra sejak tahun 1996, Ibunya bernama Kadek Ariati (37). “Korban tinggal di Perumahan BTN Sangkanbuana, Kelurahan Semarapura Kauh  dengan 2 kamar tidur,” ujar pamannya menambahkan.
 
Sementara itu tetangganya Putu Lilik asal Desa Tegak menuturkan sempat mendapatkan mimpi buruk. Dimana neneknya sempat medadaan dengan anak seorang  cowok. “Saya punya firasat tidak baik dengan Pande Susila ini dan benar ketika datang kerumahnya yang bertetangga dengan korban diketahui korban telah meninggal dunia karena bunuh diri,” ujar Putu Lilik sedih.