Diposting : 23 April 2019 19:03
Putu Agus Mahendra - Bali Tribune
Bali Tribune/Bupati Artha intruksikan agar dilakukan langkah cepat apabila terjadi kendala pada perangkat UNBK.

balitribune.co.id | Jembrana - Pelaksanaan ujian nasional jenjang SMP sederajat di hari kedua Selasa (23/4) berjalan lancar. Dihari kedua diujikan mata pelajaran matematika. Seluruh SMP di Jembrana tahun 2019 ini seluruhnya telah melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Untuk memastikan pelaksanaan ujian nasional berjalan lancar,  Bupati Jembrana, I Putu Artha turun langsung melaksanakan pemantauan pelaksanaan UN disekolah penyelenggaran UNBK mandiri.

Seperti pemantauan yang dilakukan di SMP Negeri 1 Negara di Jalan Ngurah Rai, Kelurahan Dauhwaru, Kecamatan Jembrana. Disekolah penyelenggara UNBK mandiri ini, seluruh seluruh siswa kelas IX yang menjadi peserta ujian tampak antusias menjawab soal-soal ujian yang ditampilkan secara otomatis dilayar komputer. Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Jembrana, Ni Wayan Wartini didampingi Kepala Bidan Pendidikan Dasar (Dikdas) Kabupaten Jembrana, I Nyoman Wenten mengatakan mulai tahun 2019 ini seluruh SMP di Jembrana telah menerapkan UNBK.

"Secara keseluruhan, Jembrana 100% sudah bisa melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer, berbeda seperti tahun lalu yang beberapa sekolah masih menggunakan ujian nasional berbasis kertas dan pensil (UNBKP)" ungkapnya. Ujian nasional yang dimulai Senin (22/4) dikatakannya akan berlangsung selama empat hari dan berkahir hingga Kamis (25/4) besok. Menurutnya setiap harinya diujikan satu mata pelajaran dan terbagi dalam tiga sesi ujian. Ia menyebutkan total siswa SMP/MTs  baik negeri dan swasta yang mengikuti ujian nasional tahun pelajaran 2018/2019 sebanyak 4. 827 siswa.

Dari 25 SMP di Jembrana, 13 sekolah yang sudah siap menggelar UNBK secara mandiri teridir atas 11 SMP Negeri dan 2 SMP Swasta. Sekolah negeri yang menggelar UNBK secara mandiri yakni SMPN 1 Melaya, SMPN 2 Melaya, SMPN 4 Negara, SMPN 2 Negara, SMPN 3 Negara, SMPN 6 Negara, SMPN 2 Mendoyo, SMPN 3 Mendoyo, SMPN 4 Mendoyo, dan SMPN 2 Pekutatan.  Sekolah swasta penyelenggara UNBK mandiri yakni SMP Firdaus Negara dan SMP Swastika Karya Negara.  Sedangkan masih ada 12 SMP yang belum menggelar UNBK secara mandiri sehingga mengikuti ujian dengan meminjam kesekolah lainnya..

Sekolah yang akan mengikuti UNBK sharing dengan sekolah lain itu terdiri dari 7 SMP Negeri dan 5 SMP Swasta. Sekolah tersebut masing-masing SMPN 3 Negara ke SMK PGRI Negara, SMPN 5 Melaya ke SMKN 4 Negara dan SMPN 4 Negara ke SMAN 1 Negara, SMPN 5 Negara ke SMAN 1 Negara, SMPN 1 Mendoyo ke SMKN 3 Negara, SMPN 5 Mendoyo ke SMAN 2 Mendoyo, dan SMPN 1 Pekutatan ke SMAN 1 Pekutatan. SMPK 3 Harapan Melaya, SMP Warna Murni dan SMP Nasional Melaya ke SMKN 4 Negara, serta SMP Nasional Berangbang dan SMP Nasional Negara ke SMP Swastika Karya Negara 

Bupati Jembrana, I Putu meminta agar selama pelaksaan ujian tidak samapi terjadi masalah, “agar anak-anak tidak terganggu saat mengerjakan soal-soal ujian itu, kami harapkan para guru dan juga pengawas ujian untuk senantiasa menjaga kenyaman, ketenangan bahkan yang paling urgen adalah perangkat ujian itu sendiri, “harapnya. Jika  terjadi kendala pada perangkat komputer, Bupati Artha mengintruksikan agar segera diambil tindakan,  “Apabila ada perangkat komputer bermasalah, saya tegaskan para teknisi yang ditugaskan termasuk pengawas dan guru segera berkoordinasi dan bila perlu segera ambil langkah-langkah” tandasnya. pam/ksm