Bali Tribune, Senin 21 Mei 2018
Diposting : 26 January 2018 17:35
I Ketut Sugiana - Bali Tribune
sosialisasi
Keterangan Gambar: 
Bupati Suwirta beri sambutan pada acara sosialisasi BKK untuk Desa Pakraman, Subak, dan Subak Abian yang digelar Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Bali di wantilan Pura Goa Lawah, Kamis (25/1) kemarin.

BALI TRIBUNE - Pemprov Bali melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa  menggelar sosialisasi BKK untuk Desa Pakraman, Subak, dan Subak Abian.Bertempat di wantilan Pura Goa Lawah, Kamis (25/1) kemarin, kegiatan itu diikuti Perbekel dan Bendesa se-Kabupaten Klungkung.


Dalam sambutannya saat membuka sosialisasi itu, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta meminta agar Perbekel dan Bendesa bisa bekerjasama dengan baik serta mempunyai komitmen dan tujuan yang sama guna tercapainya kesejahteraan masyarakat.


“Sehingga dengan komitmen dan tujuan yang sama, penggunaan BKK dari Provinsi maupun dari kabupaten bisa dikelola dengan baik dan benar,” tegasnya.


Bupati Suwirta juga meminta masyarakat untuk bisa memahami bahwa besaran dana BKK yang diterima tiap desa berbeda dan menyesuaikan dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten maupun dari Provinsi.


“Kalau PAD meningkat secara sistematis, dana BKK untuk Desa pasti meningkat,” ujar Suwirta.


Selain itu, Bupati Suwirta juga mengharapkan Desa tidak selalu mengandalkan bantuan dari pemerintah saja.


“Desa harus lebih berinovasi guna mengoptimalkan potensi-potensi yang ada di masing-masing desa,” imbuhnya.


Sementara Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Bali dalam sambutan yang dibaca Kabid Pemerintahan Desa, Made Ready Yuliarmawan menjelaskan, setiap tahunnya Provinsi Bali berkomitmen dan mendukung dalam bentuk pemberian stimulan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) untuk Desa Pakraman, Subak dan Subak abian yang disalurkan melalui Kabupaten/Kota dan Desa.


Kata Ready Yuliarmawan, pengelolaan BKK hendaknya dijabarkan lewat APBDes yang nantinya dipergunakan untuk mendanai penyelenggaraan kewenangan Desa seperti pelaksanaan pembangunan Desa, dan pembinaan masyarakt Desa.


Ia menambahkan, melalui BKK ini juga diharapkan dapat mendorong dan menumbuh kembangkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan di Desa.


“Dengan demikian, desa Pakraman dan Subak akan menjadi benteng utama pelestarian budaya Bali ditengah derasnya gempuran budaya golabilsasi,”pungkasnya.


Kegiatan itu juga dihadiri Bendesa Agung (Ketua MUDP) Provinsi Bali, Jero Gede Wayan Suwena Putus Upadesa.