Bali Tribune, Senin 23 Juli 2018
Diposting : 7 April 2018 16:49
I Wayan Sudarsana - Bali Tribune
Statistik
Keterangan Gambar: 
Sosialisasi - Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Denpasar menyelenggarakan kegiatan Koordinasi dan Sosialisasi Pelaksanaan Survei Disagregasi Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB), Jumat (6/4) di Prime Plaza Hotel Sanur.

BALI TRIBUNE - Pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berkelanjutan merupakan suatu keharusan bagi pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan. Hal ini yang coba dibangun oleh pihak BPS Denpasar.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Denpasar menyelenggarakan kegiatan Koordinasi dan Sosialisasi Pelaksanaan Survei Disagregasi Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) Tahun 2018. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala BPS Kota Denpasar, I Gede Suarta, Jumat (6/4) di Prime Plaza Hotel Sanur. Dalam kegiatan ini menghadirkan dua narasumber yakni Dr. I Gusti Wayan Murjana Yasa dan A.A Ratnata dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Denpasar.

Kepala BPS Kota Denpasar, I Gede Suarta mengatakan, pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berkelanjutan merupakan suatu keharusan bagi pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan. Salah satu variable atau faktor yang memainkan peran strategis terhadap pertumbuhan dan pembangunan ekonomi adalah pembentukan investasi. “Ketika pengusaha, individu atau pemerintah melakukan investasi maka ada sejumlah modal yang ditanam, ada berupa barang yang dikonsumsi tetapi digunakan untuk produksi sehingga menghasilkan barang dan jasa dimasa yang akan datang,” ujarnya.

Dikatakan, Multiflier effect yang timbul akibat adanya investasi selain memacu pertumbuhan dan meningkatkan produktivitas, juga berpeluang untuk meningkatkan pendapatan dan mengurangi pengangguran serta menekan angka kemiskinan. “Patut disyukuri kinerja investasi di Indonesia menunjukan signal yang cukup mengembirakan. Dimana pemerintah saat ini menempatkan investasi sebagai salah satu fokus perhatian. Pemerintah berusaha menggenjot pembangunan infrastruktur sebagai media untuk memacu pertumbuhan ekonomi kedepan,” kata Suarta.

Ia menambahkan, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk melakukan perencanaan dan evaluasi yang lebih baik dimana BPS dalam hal ini diberikan kepercayaan sebagai pelaksana yang bertanggungjawab baik secara teknis maupun administratif. Sejalan dengan hal tersebut, BPS telah melaksanakan pengumpulan data PMTB dari bulan April sampai dengan bulan Juni mendatang. “Dengan terhimpunnya data ini nantinya diharpkan pemerintah bisa lebih terarah dalam pencapaian pertumbuhan ekonomi serta mengetahui investasi apa saja yang sudah tertanam selama ini,” pungkasnya.

Sementara, salah satu narasumber Dr. I Gusti Wayan Murjana Yasa, sangat mengapresiasi kegiatan ini. Menurutnya, investasi merupakan faktor penting dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi, peningkatan kesempatan kerja, penurunan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. "Pertumbuhan ekonomi yang inklusi membutuhkan inklusivitas di dalam investasi yang artinya investasi yang terlaksana memanfaatkan sebesar-besarnya potensi input lokal," ujarnya.

Lebih lanjut, dikatakan Disagregasi PMTB memberi peluang terhadap inklusivitas investasi melalui peningkatan pemahaman dan komitmen di dalam pencapaian target-target pembangunan melalui kerjasama pemerintah, swasta dan asing. Disamping itu, Disagregasi PMTB memungkinkan pemerintah daerah untuk lebih cermat dalam memberi prioritas pemanfaatan dana, regulasi, pengambangan inovasi, sekaligus dalam menggugah partisipasi masyarakat dan swasta untuk mempercepat capaian target-target pembangunan.