Bali Tribune, Kamis 21 Juni 2018
Diposting : 9 February 2018 20:13
I Ketut Sugiana - Bali Tribune
TOSS
Keterangan Gambar: 
SOSIALISASI - Bupati Suwirta sosialisasikan TOSS Gema Santi di Tohpati, Banjarangkan.

BALI TRIBUNEPemerintah Kabupaten Klungkung terus berupaya mengatasi permasalahan sampah, dengan melaunching program TOSS (Tempat Olah Sampah Setempat) Gema Santi yang merupakan hasil kerjasama Pemkab Klulngkung dengan STT (Sekolah Tinggi Teknik) PLN Jakarta pada tanggal 12 Desember 2017.

Karena Program TOSS memiliki banyak kegunaan bagi masyarakat, salah satunya dapat digunakan sebagai sumber ekonomi alternative, Pemkab Klungkung terus mengadakan sosialisasi tentang program TOSS Gema Santi tersebut ke desa-desa di Kabupaten Klungkung. Dalam kurun waktu 3 bulan sudah terdapat 6 desa yang mengimplementasikan TOSS Gema Santi tersebut, diantaranya Desa Takmung, Tangkas, Gelgel, Gunaksa, Dawan Klod, dan  Dawan Kaler.

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta  bersama Ny. Ayu Suwirta didampingi Kepala Seksi Penyuluhan Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Kabupaten Klungkung Putu Juliarta, dan Kepala Seksi Peningkatan Peran Serta Masyarakat Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Kabupaten Klungkung Adi Saptowo, Camat Banjarangkan Ida Bagus Ketut Mas Ananda, dan Operating System Program TOSS dari STT PLN Herwansyah, mengadakan Sosialisasi Program TOSS Gema Santi di Balai Banjar Desa Tohpati Kecamatan Banjarangkan, Rabu (7/2). 

Bupati Suwirta menyatakan dengan dibangunnya TOSS dapat digunakan sebagai peluang bisnis dan dapat digunakan sebagai sumber ekonomi alternatif. Melalui Proses pengolahan sampah dengan metode peuyeumisasi, briketisasi/peletisasi, dan gasifikasi, dengan menggunakan bio activator. Dengan metode tersebut, dalam waktu tiga hari bau sampah akan hilang, dan dalam waktu 10 hari volume sampah akan berkurang. Sampah yang telah olah tersebut dibentuk menjadi briket dan pellet yang dapat digunakan sebagai bahan bakar untuk proses memasak, dan energi listrik dengan menggunakan gasifier. 

Apabila desa ingin membangun TOSS maka bisa memperoleh keuntungan dengan menjual hasil olahan sampah dalam bentuk pelet ke PT. Indonesia Power. Pemkab Klungkung juga akan menyiapkan alat pencacah dan pengolah plastik. Bupati Suwirta mengharapkan dengan banyaknya inovasi yang ada, dapat membuat ke depannya semakin bagus, dan jika TOSS ini berhasil,  Kabupaten Klungkung dapat menjadi pusat study banding ke depan.

Bupati Suwirta mengajak anak-anak muda untuk belajar mengolah sampah, dengan berkunjung ke IPLT Takmung, apabila ingin belajar langsung dari  anak-anak muda yang sudah terlebih dahulu menerapkan Program TOSS Gema Santi, Bupati Suwirta menganjurkan untuk berkunjung ke TOSS Gelgel, yang dilakukan oleh anak muda setempat.