Diposting : 11 August 2017 21:50
I Made Darna - Bali Tribune
Mendikbud
Keterangan Gambar: 
Staf Khusus Mendikbud Machendra Setya A kunjungi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 4 Tuban, Kamis (10/8).

BALI TRIBUNE - Staf Khusus Mendikbud Machendra Setya A kunjungi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 4 Tuban, Kamis (10/8). Rombongan ini disambut oleh Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Widya Astika, Kepala Sekolah SDN 4 Tuban Ni Made Sarjani, Kepala SMPN 1 Kuta  I Gusti Agung Rai Sutanaya serta pengawas sekolah.

Dalam kesempatan tersebut Staf Khusus Mendikbud Machendra Setya A menyampaikan tujuan kunjungan ini untuk melihat langsung pelaksanaan kegiatan penguatan Pendidikan karakter di SDN 4 Tuban .” Pendidikan karakter merupakan kunci yang sangat penting dalam membentuk kepribadian anak. Untuk saya harapkan para guru mengubah mindset yang selama ini hanya menjejali murid dengan pelajaran ataupun tatap muka di kelas dengan perpartisipasi aktip, kreatip mengajar tidak hanya dikelas , diluar kelas, juga di masyarakat sehingga dapat terwujud jargon Presiden Republic Indonesia Bapak Jokowi yakni Revolusi mental,” ungkapnya.

Lebih lanjut Machendra Setya mengatakan  muatan karakter di sekolah besarnya 70% dibandingkan pelajaran biasa. Untuk itu ada nilai nilai  yang harus ditanamkan seperti nilai relegi, nilai integritas, nilai nasionalis, nilai gotong royong dan nilai kemandirian. “Para guru agar mengarahkan murid untuk memiliki nilai-nilai penguat karakter sebagai modal mewujudkan generasi yang berkepribadian  dan mewujudkan generasi emas 2045,” lanjutnya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Widya Astika disela-sela kunjungan Staf Khusus Mendikbud mengatakan Pemerintah Kabupaten Badung sangat mendukung pelaksanaan program penguatan Pendidikan karakter. “ Pendidikan karakter di Kabupaten Badung sudah dilaksanakan seperti pemberian materi budi pekerti. Namun, perlu dilakukan upaya terobosan agar pendidikan karakter ini bisa dilaksanakan secara konsisten oleh sekolah Badung dengan mindset dan paradigma baru dari pengajar  sehingga dapat  memberikan dampak yang nyata,” kata Widya Astika.

Dalam kesempatan itu pula dibagikan buku cerita tentang budi pekerti kepada masing-masin ketua kelas.