Sweeping HP Android Anggota Polres Jembrana | Bali Tribune
Diposting : 27 July 2016 13:56
Putu Agus Mahendra - Bali Tribune
Sidak
SWEEPING – Kegiatan sweeping game Pokemon Go pada seluruh HP Android milik personel Polres Jembrana.

Negara, Bali Tribune

Kapolres Jembrana benar-benar serius mencegah demam Game Pokemon Go di kalanganan korp baju coklat yang dipimpinnya. Selain telah mengeluarkan intruksi larangan bagi seluruh anggotanya mengunduh, menginstal dan memainkan game besutan Nitendo dan Niantic yang sedang digandrungi di seluruh penjuru dunia, serta memasang rambu larangan bermainan Pokemon Go di areal Polres Jembrana dan Polsek-Polsek jajaran serta Pos Polisi, kini mulai dilakukan sweeping HP Android milik seluruh personil kepolisian yang dipimpinnya.

Seperti sweeping HP yang dilakukan mendadak, Selasa (26/7). Seluruh personel baik  perwira dan anggota Polres Jembrana yang mengikuti apel pagi dilakukan pemeriksaan terhadap perangkat HP androidnya masing-masing. Satu-persatu HP milik personilnya itu dicek untuk mengetahui adanya aplikasi game virtual berbasi GPS itu.

Wakapolres Jembrana, Kompol Anak Agung Gede Rai Laba dan Kasat Lantas, AKP Adi Sulistyo Utomo diperintah langsung oleh Kapolres AKBP Djoni Widodo untuk memeriksa ratusan lebih personil dari semua satuan yang saat itu mengikuti apel jam pimpinan itu. Bahkan beberapa personil kepolisian termasuk para Bhabinkamtibmas yang usianya cukup tua, tidak luput dari pemeriksaan HP ini.

Suasana tenang saat dilakukan pengecekan itu sontak menjadi riuh setelah Wakapolres Rai Labha mendapati seorang personelnya yang kedapatan terinstal game Pokemon Go pada gatget androidnya. Salah seorang personel yang masih muda ini lantas dibawa maju dan berdiri di depan Kapolres yang saat itu memimpin apel. Hingga berakhirnya pemeriksaan hanya ditemukan satu personel yang kedapatan memiliki aplikasi yang belum masuk App Store dan Play Store itu. Sementara beberapa personel yang usia cukup tua justru bertanya-tanya tentang apa sebenarnya game Pokemon itu.

Di hadapan seluruh peserta apel, personel yang diketahui baru berpangkat Bripda ini diminta untuk mengucapkan janji agar sejak saat itu juga tidak lagi memainkan game pemburu monster itu. Begitupula Kapolres meminta personel yang suka bersosial media ini agar saat itu juga menghapus aplikasi game yang dikatakan dapat meretas system kerahasiaan wilayah negara itu. Personel yang lainnya memperhatikan dengan seksama personel yang tampak tertunduk malu itu mengucap janji dan menghapus aplikasi di HP miliknya.

Kapolres Jembrana AKBP Djoni Widodo yang dikonfirmasi usai pelaksaan sweeping dan apel Selasa pagi mengatakan, pihaknya melarang keras anggotanya bermain game Pokemon Go itu dan sweeping HP itu dilakukan untuk membuktikan apakah anggotanya telah benar-benar melaksanakan perintah pimpinan terkait larangan bermain Pokemon Go itu.

Larangan bermain game Pokemon Go baik bagi personel kepolisian baik saat bertugas maupun di luar jam dinas itu menurutnya sesuai dengan intruksi dalam telegram dari Direktorat Propam Mabes Polri dan edaran mengenai penegasan larangan bermain game Pokemon Go dari Kementeria Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Ia menyatakan tujuan adanya larangan game Pokemon Go ini adalah agar seluruh personel fokus terhadap tugas dan fungsinya sebagai aparat sehingga produktifitas kerja personil tidak terganggu serta tetap konsentrasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Pihaknya di awal akan memberikan sanksi berupa teguran kepada anggota yang kedapatan memiliki aplikasi Pokemon Go pada perangkat HP Androidnya. Pihaknya akan selalu melaksanakan sweeping ini dengan jadwal yang tidak ditentukan untuk memastikan intruksi pimpinan benar-benar dijalankan oleh seluruh jajarannya.