Diposting : 12 January 2019 23:05
Ketut Sugiana - Bali Tribune
Keterangan Gambar: 
KUNO - Perpustakaan keliling Klungkung tidak diminati pembaca karena bukunya kuno.
BALI TRIBUNE - Seiring dengan makin masifnya perkembangan internet di Indonesia khususunya di Klungkung membuat Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Klungkung harus mencari inovasi baru terkait perkembangan jaman ini.
 
Untuk itu Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Klungkung segera  mengalokasikan anggaran mencapai Rp 200 juta untuk menambah koleksi bukunya. Anggaran tersebut bersumber dari dana DAK sebesar Rp 130 juta dan APBD sebesar 30 juta, dengan jumlah tambahan koleksi sekitar 2000 eksemplar.
 
"Kunjungan warga di Perpustakaan saat ini memang relatif tidak banyak. Di Perpustakaan Klungkung, sehari ada sekitar 25 sampai 50 orang lah ke Perpusda ini," ujar Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Klungkung, I Nengah Sudiartha, Jumat (11/1).
 
Dirinya berharap dengan ditambahnya koleksi buku itu, diharapkan mampu menarik minat masyarakat khususnya siswa untuk berkunjung ke Perpustakaan. Selain itu, tiga armada perpustakaan keliling juga menjadi solusi untuk tetap menarik minat membaca warga masyarakat Klungkung umumnya dan pelajar khususnya. "Kita tidak bisa pungkiri, saat kita tambah koleksi buku tapi tingkat kunjungan juga masih belum bagus. Semoga perpustakaan kliling ini bisa jadi solusi," jelasnya.
 
Sementara saat ini hanya tersedia 3 armada perpustakaan keliling, yang melayani 3 kecamatan yakni Klungkung, Dawan, dan Banjarangkan. Sementara di Nusa Penida pihaknya masih memohon ke Perpusnas untuk mendapatkan bantuan sepeda motor pindar. "Nusa Penida secara geografis terdiri dari 3 Kepulauan. Semoga permohonan 5 unit motor pintar kita direalisasikan. Semoga Perpustakaan ini tidak lagi dipandang sebelah mata," terangnya penuh harap.