Diposting : 13 June 2018 21:52
redaksi - Bali Tribune
Keterangan Gambar: 
BERGERAK- Anggaran Pra Bencana dicoret, BPBD Gianyar hanya bisa bergerak setelah ada bencana.

BALI TRIBUNE - Mengantisipasi bencana menjelang musim hujan ini, Badan Penanggulangan Bencana Terpadu (BPBD) Gianyar sudah mulai ditumpuki permohonan penebangan pohon. Sayang, tidak seperti tahun sebelumnya, BPBD Gianyar kini tidak bisa lagi  memenuhinya. Lantaran bantuan pemangkasan pohon dan antisipasi lainnya yang masuk dalam anggaran prabencana,  untuk tahun 2018 dicoret.

Kepala BPBD Gianyar AA Gde Oka Digjaya, yang ditemui  Selasa (12/6) tidak menampik kondisi itu.  Disebutkan, sejak musim hujan mulai terjadi, sejumlah permohonan pemangkasan pohon masuk ke BPBD. Mulai dari Desa Pakraman, Desa Dinas hingga perorangan. Mereka khawatir dengan ancaman bencana pohon tumbang yang berpotensi terjadi. “Karena tak disediakannya anggaran untuk itu, permohonan itupun tak bisa kami penuhi,” akunya.

Pihaknya mengaku sudah berupaya maksimal agar anggaran yang masuk dalam pos Prabencana itu bisa masuk, namun tak kunjung berhasil. Padahal anggaran ini akan dimanfaatkan untuk mengantisipasi bencana seperti kerawanan pohon tumbang ini. Dihandingkan dengan  tahu 2017 lalu, anggaran di pos prabencana ini mampu menangani pemamgkasan pohon  di saebanyak 66 lokasi. Bahkan, dengan tersedianya  anggaran itu, sejumlah bencana pohon tumbang bisa diminimalisir. “Kalaupun terjadi bencana  tak sampai menimbulkan kerugian yang besar mengingat kondisi pohon sudah diopangkas sebelumnya,” ungkapnya.

Atas kondisi ini, pihaknya  pun menghimbau masyarakat untuk mengantisipasi bencana pohon tumbang dengan cara swadaya. Sebab musim hujan yang sudah mulai turun sangat rawan menimbulkan bencana. Harapannya,  tahun 2019 mendatang, anggaran untuk pra bencana ini bisa kembali dianggarkan untuk mengantisipasi kerawanan  bencana di masyarakat.