Bali Tribune, Jumat 18 Agustus 2017
Diposting : 19 May 2017 17:38
Khairil Anwar - Bali Tribune
NABIRE
Keterangan Gambar: 
Bupati Agus Suradnyana saat dipakaikan topi kebesaran khas adat Nabire

BALI TRIBUNE - Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana membuka  event Pesta Kesenian Bali (PKB) ke – 39dirangkaikan dengan Buleleng Expo 2017 Rabu (17/5). PKB ke-39 ini mengambil tema “Ulun Danu” yang berarti “Melestarikan Air Sumber Kehidupan”. Evenet tahunan untuk seni dan budaya kali ini diselenggarakan selama lima hri mulai tanggal 17 Mei hingga 21 Mei 2017  bertempat di kawasan ex. Pelabuhan Buleleng.

Menariknya, sejumlah tarian nusantara dan mancanegara ikut memeriahkan acara pembukaan.Tari dari Negara India yang dibawakan oleh Konsulat India. Selain tari india, ada juga tarian dari Provinsi Aceh yang memeriahkan pembukaan PKB kali ini bersama tarian dari Nabire Provinsi Papua. Di hari pertama ditampilkan  gong kebyar remaja dewasa dari Padepokan Dwi Mekar dan gong kebyar anak-anak Sanggar Bala Talawung.

Bupati Agus Suradnyana saat menggunting pita pembukaan Buleleng Ekspo 2017,disambut dengan tarian khas Nabire Provinsi Papua lengkap dengan pakaian adatnya. Selain itu, Bupati Suradnyana diberikan kenang-kenangan khas Nabire Provinsi Papua. Buleleng Expo 2017 ini akan menampilkan pameran berskala Nasional seperti Bidang Pariwisata, Investasi, Perindustrian, Perdagangan, Pertambangan, Pertanian, Perikanan, Peternakan, Koperasi, dan UMKM.

Bupati mengatakan, PKB dan Buleleng Expo merupakan salah satu kegiatan rutin kepariwisataan yang akan terus dilaksanakan pada tahun mendatang di Kabupaten Buleleng. Bupati yang terkenal sangat murah senyum ini menilai, pelaksanaan PKB dan Buleleng Expo yang melibatkan banyak seniman dan juga para pelaku ekonomi kecil dalam pameran diharapkan ikut mendorong perekonomian daerah. “Pagelaran ini juga sebagai upaya mempromosikan Buleleng sebagai daerah ramah yang menerima segala macam kesenian dan juga budaya luar,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng I Putu Tastra Wijaya selaku ketua panitia mengatakan, Pesta Kesenian Bali muncul bermula dari konsep PKB yang membawa misi antara lain sebagai langkah konservatif yaitu penyelamatan terhadap khasanah seni budaya tradisional maupun klasik, disamping memberikan ruang kepada seniman bereksperimen.

”Untuk menjaga mutu dan kualitas tampilan dari para seniman yang mengisi acara PKB ini, kami telah mengganden tim Pembina yang terdiri dari seni akademis dan seni alam yang professional dibidangnya dan melakukan pembinaan kebada kelompok seni dan sanggar,” Tutupnya.