Bali Tribune, Jumat 19 Januari 2018
Diposting : 29 September 2016 16:31
Djoko Purnomo - Bali Tribune
PON
Keterangan Gambar: 
EMAS– Petarung Bali I Made Milantara di kelas 52-57 kg putra saat mengalahkan petarung Jawa Tengah Kuswandi sekaligus mempersembahkan medali emas bagi kontingen Bali.

Bandung, Bali Tribune

Hari terakhir pertandingan cabang olahraga tarung derajat PON XIX/2016 Jawa Barat, Rabu (28/9) di GOR Pajajaran Bandung, tim tarung derajat Bali berhasil meraih 2 medali emas dan 1 perak. Dengan hasil itu, secara keseluruhan tarung derajat mempersembahkan 2 emas, 1 perak dan 1 perunggu bagi kontingen Bali sekaligus melengkapi target minimal KONI Bali dengan pancangan 20 emas.

Dua medali emas yang disumbangkan tarung derajat itu melalui petarungnya di kelas 52-57 kg, I Made Milantara dan Adip Gandadi Putra di kelas 71-75 kg. Sedangkan medali perak diberikan di kelas 64-67 kg, melalui petarung Nengah Sudika.

Bertarung di babak final, I Made Milanta menghajar petarung Jawa Tengah Kuswandi dengan skor 3-0. Sedangkan Adip Gandadi Putra menghantam petarung Jawa Timur, Tessar Fachri Wahyu dengan skor 3-0.

Sayangnya medali emas itu tak diikuti rekannya, I Nengah Sudika yang bertarung di kelas 64-67 kg. Nengah Sudika menyerah dari petarung tuan rumah Jawa Barat, Pian Sopyana dengan skor 0-3.

Dalam tiga laga final itu yang menarik yakni di partai duel Nengah Sudika melawan Pian Sopyana. Keduanya bertarung sangat ketat. Bahkan Pian Sopyana sempat terjatuh sampai 3 kali akibat tendangan dan pukulan Sudika. Namun Sudika sendiri juga empat kali memperoleh pengurangan nilai, karena dianggap melanggar aturan di atas matras oleh dewan juri.

“Pertarungan memang sangat ketat. Hanya saja Sudika kurang sabar dalam bertarung. Seharusnya Sudika lebih berhati-hati ketika mendapat pemotongan nilai. Sudika juga ingin cepat-cepat menjatuhkan lawannya. Akibatnya banyak pelanggaran,” ungkap manajer tim tarung derajat PON Bali, AA. Bagus Tri Candra Arka, usai laga petarungnya.

Sementara untuk Adip Gandadi Putra dinilainya menang telak karena memiliki jam terbang cukup tinggi dibanding lawannya, yang baru pertama kali ikut di PON itu. “Kualitas teknikpun juga Adip jauh lebih bagus. Kalau soal Milanta, emas yang diraihnya memang pantas untuknya karena tekniknya lebih rapi,” tutup pria yang akrab disapa Gung Cok itu.

Gung Cok yang juga Ketua Umum Pengprov Kodrad Bali ini mengatakan, dibanding PON XVIII/2012 Riau, hasil di PON Jabar kali ini banyak peningkatan, karena di Riau tim tarung derajat Bali hanya meraih 1 medali emas dan 1 perunggu. Ini, lanjut dia, membuktikan pembinaan atlet tarung derajat di Bali telah berkembang sesuai track.