Diposting : 7 July 2018 00:16
Agung Samudra - Bali Tribune
TERJARING - Pelajar yang terjaring razia kendaraan bermotor.
 
 
Bangli, Bali Tribune
Razia gabungan kendaraan bermotor yang digelar Sat Lantas Polres Bangli dengan menggandeng pihak UPT Bapenda Provinsi Bangli di Bangli di ruas Jalan Nusantara, Bangli berhasil menjaring puluhan pelanggran, Kamis (6/7). Pelanggran yang terjaring didominasi kalangan pelajar. Bahkan beberpa siswa yang terjaring sempat menangis dihadapan petugas.
 
Pantauan, pelajar-pejalar yang notabene baru lulus dari bangku sekolah menengah pertama (SMP) ini tidak memiliki surat izin mengemudi (SIM), alhasil ditindak oleh anggota Polisi Lalu Lintas (Polantas). Razia yang dipimpin KBO Lantas Polres Bangli, IPDA I Wayan Balik Sanjaya menindak 25 orang pelajar. “Cukup banyak pelajar yang ditindak, mereka tidak mengantongi SIM,” tegasnya.
 
Para pelajar ini rencana akan mendaftar sekolah. Rata-rata pelajar ini membonceng temanya dan berjalan secara berkelompok. Pihaknya pun mengingatkan agar para pelajar tidak mengendarai kendaraan seorang diri, hendaknya bisa diantar oleh orang tua.
 
Disisi lain seorang pelajar perempuan menangis setelah ditilang, pelajar yang tidak mau disebutkan namanya itu mengaku takut dimarahi orang tua lantaran ditilang Polantas. “Saya takut  dimarahi orang tua,” ujarnya sembari menangis. Sementara itu pelajar yang kena tilang ini memilih menunggu dijemput orang tuanya, dan ada pula yang langsung melanjutkan perjalanan untuk mendaftar ulang.
 
 Kepala Dispenda Provinsi Bali di Bangli Ni Wayan Atim Widiani menjelaskan kegiatan razia gabungan salah satu upaya untuk mengurangin tunggakan pajak kendaraan. Selama ini pihaknya telah melakukan pendekatan dengan door to door, namun kini kami dioptimalkan dengan penindakan tegas dari kepolisian dengan melakukan tilang. “Wajib pajak yang nunggak ini diberikan teguran agar sadar akan kewajibanya,” jelasnya.