Bali Tribune, Selasa 19 Juni 2018
Diposting : 25 May 2018 21:43
Djoko Moeljono - Bali Tribune
tsunami
Keterangan Gambar: 
GULBENCAL -- Danrem 163/Wira Satya Kolonel Arh Albertus Magnus Suharyadi, SIP., MSi., membuka latihan Posko I Penanggulangan Akibat Bencana Alam (Gulbencal) yang berlangsung selama tiga hari (23-25 Mei 2018) di Makodim 1611/Badung.
BALI TRIBUNE - Guna meningkatkan kemampuan dalam operasi bantuan menanggulangi akibat bencana alam, penanganan pengungsi, dan pemberian bantuan kemanusiaan sekaligus dalam rangka operasi bantuan TNI kepada pemerintah daerah (Pemda), Danrem 163/Wira Satya Kolonel Arh Albertus Magnus Suharyadi, SIP., MSi., membuka latihan Posko I Penanggulangan Akibat Bencana Alam (Gulbencal) yang berlangsung selama tiga hari (23-25 Mei 2018) di Makodim 1611/Badung. 
“Latihan Posko I ini diselenggarakan dalam rangka untuk melatihkan kemampuan unsur komandan dan staf Kodim 1611/Badung, sesuai dengan prosedur hubungan komandan dan staf, yang dalam hal ini latihan terkait dengan operasi bantuan menanggulangi akibat bencana alam,” ujarnya.
 
Menghadapi kemungkinan terjadi bencana alam, maka dalam hal penanggulangan akibat dari bencana tersebut membutuhkan koordinasi dan kerja sama yang baik antara TNI dengan Pemda dan instansi terkait lainnya, sehingga bisa diambil langkah yang tepat untuk meminimalisir kerugian atau dampak yang ditimbulkan oleh bencana tersebut.
 
Dalam Latihan Posko I ini diskenariokan bencana alam yang terjadi adalah bencana alam gempa bumi tektonik dengan kekuatan 8,7 SR dengan pusat gempa atau efisentrumnya di Samudera Indonesia Selatan Pulau Bali di posisi 10,75 °LS 141,41° BT dengan kedalaman 23 km dan berpotensi terjadi gelombang tsunami. Sehingga hal ini mengancam wilayah Bali, khususnya pantai-pantai di wilayah Badung dan Kota Denpasar.
 
Setelah dinyatakan sebagai tanggap darurat, Pemda menunjuk Dandim 1611/Badung sebagai Komandan Tanggap Darurat atau Insident Commander (IC) yang harus segera mengambil langkah-langkah cepat dan tepat mengahadapi situasi yang ada. “Disinilah dibutuhkan koordinasi yang cepat dengan semua unsur terkait, sehingga bisa diambil langkah yang tepat pula,” katanya.
 
Danrem juga berharap bahwa pelaku latihan dapat memanfaatkan kegiatan ini untuk mengasah kemampuan yang dimiliki oleh setiap personel serta dalam pelaksanaanya latihan ini harus realistis sesuai mekanisme skenario latihan yang sudah disiapkan.
 
Sementara itu, dari Pusat Teritorial TNI Angkatan Darat (Puterad) juga melakukan asistensi dan pengawasan serta evaluasi terhadap penyelenggaraan Latihan Posko I Kodim 1611/Badung tersebut. Menurut Dirbindiklat Puterad Kolonel Inf Sugiyono, asistensi adalah suatu bentuk pemberian bantuan terhadap tugas profesional yang dilakukan serta melihat sejauh mana tugas itu dapat dilakukan, untuk itulah pentingnya fungsi pengawasan dan evaluasi atau wasev.
 
Kolonel Sugiyono berharap, kegiatan Latihan Posko I Penanggulangan Bencana Alam Kodim 1611/Badung dapat berjalan baik sesuai mekanisme latihan ada pemahaman antara pemberi perintah dan penerima perintah termasuk bagaimana berkoordinasi dengan instansi terkait.