Terobosan Baru Meraup Pasar Pembiayaan Melalui Program Multiguna | Bali Tribune
Diposting : 17 June 2016 15:59
Arief Wibisono - Bali Tribune
sugeng
Sugeng Hariadi

Kuta, Bali Tribune

Terjadinya penurunan dalam bisnis pembiayaan karena lesunya ekonomi global bukanlah alasan untuk berhenti berinovasi. Demikian dikatakan Kepala Wilayah Adira Finance Bali dan Nusa Tenggara, Sugeng Hariadi, di Kuta, Rabu (15/6). Menurut Sugeng, di saat seperti ini perusahaan pembiayaan harus melakukan beberapa terobosan.

 “Untuk mengimbangi turunnya pembiayaan otomatif, sekarang kita masukkan produk elektronik,” katanya, mencontohkan. Menurutnya, dengan menambah produk yang sifatnya multiguna, akan berakibat positioning perusahaan tetap terjaga, meski belum bisa dikatakan mendongkrak pembiayaan itu.

“Untuk produk elektronik kita sudah mampu membukukan Rp97 miliar di luar otomotif, dan paling tidak mampu menjaga positioning perusahaan,” tuturnya lagi. Ia juga tidak menampik selain pembiayaan baru untuk berbagai produk yang ada di Adira, customer yang over kredit pun ada. “Over kredit nasabah sebenarnya terjadi sebagai akibat tertanggunya cashflow dari nasabah itu sendiri,” ungkap Sugeng.

Sedangkan pembiayaan yang dikelola untuk otomotif Rp1,9 triliun, dan sebenarnya angka ini mengalami penurunan jika dibandingkan dengan semester pertama tahun 2015 yang mencapai Rp2,1 triliun. “Tapi kalau tidak kita sisipi dengan elektronik, penurunannya bisa lebih lagi,” tukasnya. Meski demikian ia memperkirakan, belum diketahui apakah situasi ini akan terus berlanjut atau berhenti.

 “Karena semuanya masih bersifat perkiraan, makanya kita ingin produk multiguna sebagai salah satu upaya meraup potensi yang ada, harus segera kita luncurkan,” sebutnya. Melalui produk multiguna, ia menjelaskan pihaknya sanggup memberikan bantuan dalam bentuk pembiayaan. “Jadi kalau ada orang mau nikah, operasi, dan lain sebagainya kita siap bantu kok, melalui program multiguna ini,” imbuhnya.

Ia juga menjelaskan, ke depannya sabagai salah satu terobosan yang akan dilakukan pihaknya yaitu menggunakan fasilitas IT. “Yang namanya e-commerce kedepannya sudah tidak bisa lagi kita hindari, kita mesti berani masuk kedalamnya, apalagi secara kesiapan, boleh dibilang kita sudah sangat siap. Lagian generasi sekarang yang namanya generasi “Y” ini semuanya serba smartphone, jadi potensi ini yang mesti kita garap,” tandasnya.